Pemanfaatan Jangka Panjang, DPRD Berau Sebut Perbaikan Steenkolen 1912 Diperlukan

BERAU – Revitalisasi (proses menghidupkan/perbaikan) kawasan bersejarah Steenkolen 1912 di Kecamatan Teluk Bayur terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau.

DPRD Berau menilai penataan kawasan yang menyimpan jejak sejarah pertambangan batu bara tersebut harus dibarengi dengan rencana pemanfaatan jangka panjang agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang telah melakukan penataan dan menjaga bangunan-bangunan tua di kawasan itu. Menurutnya pelestarian situs bersejarah merupakan bagian penting dalam mempertahankan identitas daerah.

“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Berau yang telah memperhatikan dan menjaga situs bersejarah seperti Steenkolen 1912. Ini adalah bagian dari identitas sejarah Berau yang harus dipertahankan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menilai pemasangan gerbang di depan bekas kantor camat menjadi langkah awal yang positif dalam proses penataan kawasan. Namun, Agus mengingatkan agar revitalisasi tidak berhenti pada aspek estetika semata.

“Penataan fisik kawasan ini harus disertai dengan pemanfaatan yang jelas agar bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi simbol tanpa fungsi,” tegasnya.

Menurut Agus, sejumlah bangunan lama di kawasan tersebut masih memiliki nilai historis yang kuat dan sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda. Di antaranya gedung bioskop tua dan kantor camat lama yang dinilai masih layak difungsikan kembali.

“Ada beberapa titik bangunan yang sangat bernilai, seperti gedung bioskop dan kantor camat. Bangunan-bangunan ini bisa dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai tempat wisata sejarah yang edukatif,” jelasnya.

Selain itu, ia kembali mendorong agar pemanfaatan gedung bekas SMP Teluk Bayur yang telah diusulkan sejak tahun lalu dapat direalisasikan pada 2026 mendatang. Menurutnya bangunan tersebut dapat dijadikan pusat kegiatan kreatif, galeri sejarah, atau ruang publik yang mendukung pengembangan kawasan secara menyeluruh.

“Kami sudah mengusulkan pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur sejak tahun lalu. Kami berharap ini dapat menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026,” katanya.

Agus menegaskan optimalisasi kawasan bersejarah Steenkolen 1912 bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi membuka peluang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Teluk Bayur. Dengan konsep yang terintegrasi dan berkelanjutan, kawasan tersebut diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Dengan perencanaan matang dan berkelanjutan, saya yakin kawasan itu bisa menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan masyarakat Berau,” tandasnya. (adv)

Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI