Pemerataan Pembangunan di Kutim, Mulai Infrastruktur Hingga Digitalisasi

SANGATTA- Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kutim. Dalam rapat paripurna ke-48 DPRD Kutim yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Mahyunadi menyampaikan pembangunan tidak lagi akan terpusat di kawasan perkotaan seperti Bukit Pelangi, melainkan menyasar daerah-daerah pelosok yang selama ini kurang tersentuh.

“Bukit Pelangi sudah selesai, sekarang tinggal perawatan. Fokus kita ke depan adalah membangun secara menyeluruh, tidak hanya di pusat pemerintahan,” ujar Mahyunadi di hadapan awak media, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan masih menjadi kebutuhan mendesak dibanyak desa. Selain itu, Mahyunadi menekankan pentingnya digitalisasi, terutama bagi daerah-daerah terluar agar dapat terkoneksi dan mendapatkan akses informasi serta layanan publik yang lebih baik.

“Pembangunan harus hadir secara nyata, bukan hanya di kota tapi sampai ke pedalaman. Kita ingin masyarakat di daerah terpencil pun bisa menikmati jalan yang layak dan jaringan internet yang stabil,” tegasnya.

Ia menyebutkan era pembangunan ke depan harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Tidak sekadar membangun fisik, tetapi membuka akses terhadap pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta teknologi digital.

Langkah ini, menurut Mahyunadi, sejalan dengan semangat pemerataan yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran dengan pendekatan keadilan wilayah, agar tidak ada lagi ketimpangan antara kawasan perkotaan dan pedesaan.

“Digitalisasi adalah bagian dari pembangunan. Kita ingin anak-anak di desa bisa belajar daring dengan lancar, pelaku UMKM bisa memasarkan produknya lewat internet, dan pelayanan publik lebih cepat serta efisien,” sambung Mahyunadi.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons sejumlah pandangan fraksi di DPRD Kutim yang mendorong agar pembangunan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tapi benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

Dengan arah kebijakan yang lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan, Mahyunadi berharap lima tahun ke depan menjadi masa percepatan pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh wilayah Kutai Timur.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI