Peminat Kulit Hewan Kurban Mulai Bermunculan Pasca Iduladha di Balikpapan

BALIKPAPAN – Sejumlah pembeli kulit hewan kurban mulai ramai terlihat di kawasan Jalan Indrakila, Balikpapan Utara pada momen pasca Iduladha 1446 H. Pasalnya, mereka siap menerima kulit-kulit hasil sembelihan dari siapa saja.

Salah seorang pembeli kulit, Irhan, mengatakan dirinya sudah tiga tahun berturut-turut membuka lapak di kawasan Jalan Indrakila ini. Dirinya mengatakan banyak orang yang datang untuk menjual kulit hewan kurban, khususnya sapi.

“Tahun ini masih ramai. Ini yang sepi Jumat kemarin saja, karena waktunya pendek ‘kan. Yang ramai itu Sabtu sama Minggu kemarin,” ujarnya, Senin (9/6/2025).

Irhan menjelaskan setiap lembarnya kulit sapi yang dijual orang dihargai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu tergantung kondisi kulit sapinya.

“Yang bagus dan kita hargai mahal sampai Rp70 ribu per lembar itu yang kulitnya mulus, enggak ada bolong-bolong,” jelasnya.

Pada Sabtu dan Minggu kemarin, dirinya mampu mengumpulkan kulit sapi hingga 65 lembar per hari. Apabila di total beratnya mencapai satu ton lebih.

“Kulit-kulit ini nanti saya jual lagi ke orang. Dan dibawa ke Surabaya,” tambahnya.

Keuntungan yang didapat dari membeli kulit sapi ini adalah dengan mengikis sisa daging yang masih menempel di kulit. Di mana daging lemak yang berhasil dikumpulkannya dijual seharga Rp50 ribu per kilo.

“Biasa ibu-ibu itu yang beli sisa daging yang menempel seperti itu. Kita jual murah saja,” katanya.

Sementara itu salah seorang penjual kulit, Suratman, mengatakan dirinya sering menjual kulit sapi di kawasan Kampung Timur tersebut. Ini lantaran memang setiap tahunnya lokasi ini selalu ramai oleh para pembeli kulit.

“Tiap tahun saya bawa ke sini. Mana yang harga belinya tinggi saya jual di situ. Ini saya dihargai Rp3 ribu per kilo. Saya ada 13 lembar kulit sapi,” ujarnya.

Alasan Suratman menjual kulit sapi yakni dirinya tidak tahu harus dibuat apa kulit sisa hewan kurban tersebut. “Kita enggak tahu harus mau diapakan. Jadi dijual saja, nanti hasilnya kita bagi-bagi ke panitia kurban,” jelasnya.

Seperti diketahui, hasil kulit sapi yang dikumpulkan dapat menjadi olahan makanan seperti kerupuk kulit. Sedangkan apabila dibuat kerajinan, dapat diolah menjadi ikat pinggang, tas, dompet, hingga bedung atau gendang.

Pewarta: Aprianto
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI