Pemkab Mahulu Bentuk Tim PJPK 2026, Siapkan Kependudukan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

MAHULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bentuk Tim Kerja Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2026. Pembentukan tim dilakukan di Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Kamis 4/6/2026, sebagai langkah strategis menyiapkan pembangunan kependudukan terarah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinkes P2KB Mahulu dr. Petronela Tugan, menyampaikan PJPK adalah dokumen panduan strategis nasional. Fungsinya jadi pedoman pemerintah mengelola dinamika kependudukan terukur demi mewujudkan masyarakat berkualitas, berdaya saing, dan sejahtera.

“Penyusunan PJPK didasari regulasi nasional, mulai UU Kependudukan, Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemerintahan Daerah, hingga RPJPN Indonesia Emas 2045.Dokumen ini jadi acuan target, sasaran, dan rencana aksi kependudukan di Mahulu,” kata dr. Petronela Tugan.

Narasumber dari Universitas 17 Agustus Samarinda, dr. Yusie Fitria, menjelaskan Indonesia masuk bonus demografi 2020-2030. Jumlah usia produktif lebih besar dari non produktif. Apabila dikelola baik jadi peluang, tapi bisa memicu pengangguran dan kemiskinan apabila tanpa perencanaan sistematis.

“Karena itu PJPK diperlukan untuk memperkuat pembangunan berbasis data, mengintegrasikan sektor terkait kependudukan, dan menyesuaikan dinamika sosial menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Bupati Mahulu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Setkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, menyebutkan Mahulu sebagai kabupaten termuda di Kaltim punya tantangan besar. Penduduknya 40 ribu jiwa, namun persebaran belum merata, di mana sebagian besar berada di wilayah sungai hingga terpencil.

“Peta jalan kependudukan jadi kompas mengatur strategi kuantitas dan kualitas penduduk. Pemerintah daerah harus siapkan arah pembangunan sejak dini agar pertumbuhan tetap berkualitas dan dukung pembangunan berkelanjutan. Sedikit tapi berkualitas itu lebih baik dari banyak tapi tidak berkualitas,” katanya.

Selain persebaran, Bupati Mahulu menyoroti angka kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, dan pentingnya jaga kelestarian lingkungan.

“Mahulu punya peran strategis sebagai penyangga alam dan kawasan Heart of Borneo yang harus dijaga keberlanjutannya,” sebutnya.(rm/adv/diskominfomahulu)

Pewarta: Ichal
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI