Pemprov Kaltim Bangun Waterfront dan Riverside Road, DED Rampung dan Dianggarkan Rp7 T

SAMARINDA – Wacana pembangunan Waterfront dan Riverside Road di Samarinda dan Balikpapan kembali mencuat setelah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyebut proyek tersebut sebagai solusi strategis untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi, khususnya di ruas Jembatan Mahkota II–Selili hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Proyek tersebut digadang-gadang menjadi salah satu megaproyek yang bukan sekadar membangun jalan, tetapi mengubah wajah kawasan tepian sungai di dua Kota di Kalimantan Timur tersebut.

Apa Itu Waterfront dan Riverside Road?

Secara sederhana, waterfront adalah konsep penataan kawasan tepi sungai atau perairan yang mengintegrasikan fungsi transportasi, ruang publik, pariwisata, dan estetika kota. Kawasan waterfront umumnya dilengkapi jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, fasilitas rekreasi, hingga area komersial yang ramah masyarakat.

Sementara itu, riverside road adalah jalan yang dibangun sejajar mengikuti alur sungai, baik di atas daratan hasil pergeseran sempadan sungai maupun dalam bentuk jalan layang (elevated road). Jalan itu berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan utama kota.

Dalam konteks Samarinda, Riverside Road dirancang mengikuti tepian Sungai Mahakam, menghubungkan kawasan Selili hingga Jembatan Mahkota II, sehingga arus kendaraan berat dan harian dapat dialihkan tanpa harus melewati pusat permukiman padat.

Berdasarkan data pada laman LPSE Provinsi Kalimantan Timur, tahap perencanaan proyek atau Detail Engineering Design (DED) ternyata telah rampung ditenderkan pada 2025.

Dengan kode lelang 10039844000, paket pekerjaan bertajuk ‘DED Pembangunan Water Front and Riverside Road (Selili–Jembatan Mahkota II) (Pergeseran)’ memiliki pagu anggaran Rp2.551.351.705,50.

Tender itu berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2025 dan berada di bawah satuan kerja Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur.

Tetapi hasil DED belum dipublikasikan ke masyarakat tentang gambaran resmi waterfront dan riverside road yang akan menelan biaya triliunan rupiah tersebut.

Desain tersebut pastinya menggambarkan jalan layang di tepian Sungai Mahakam yang bukan hanya berfungsi mengurai kemacetan dari Mahkota II ke Selili, tetapi menghadirkan ruang publik modern dan ramah lingkungan.

Gubernur Kaltim, H Rudy Mas’ud menyatakan bahwa proyek waterfront ‘baru direncanakan’.
“Waterfront itu sebenarnya ada beberapa kegiatan kita, tetapi baru kita planning-kan,” ucap Rudy usai peringatan HUT ke-69 Kaltim, di Samarinda.

Rudy mengatakan pembangunan fisik Waterfront dan Riverside Road membutuhkan anggaran fantastis. Untuk Kota Samarinda, nilainya diperkirakan mencapai Rp2 triliun, sementara di Kota Balikpapan diproyeksikan menelan biaya hingga Rp5 triliun.

“Prediksi kami untuk yang di Samarinda mungkin sekitar Rp2 triliun. Untuk yang di Balikpapan sendiri mungkin sekitar Rp5 triliun,” ungkap Rudy.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI