SAMARINDA — Sebelumnya terdapat tujuh mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sempat dinyatakan tidak terakomodasi dalam Program Gratispol Pendidikan, sehingga beasiswa mereka terhenti dan menimbulkan keresahan. Bahkan dua mahasiswa lain yang awalnya sempat terdata mengalami penolakan.
Namun setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi antara pihak kampus dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), persoalan tersebut akhirnya menemukan titik terang dan beasiswa kembali dilanjutkan.
Salah satu mahasiswa S2 ITK, Ramdany, mengungkapkan dirinya bersama delapan mahasiswa lainnya kini mendapatkan kejelasan. Beasiswa mereka akan dicairkan untuk semester 2, 3, dan 4, meskipun semester pertama tidak dapat diproses.
“Alhamdulillah, akhirnya ada titik terang. Beasiswa kami dilanjutkan sampai selesai. Ini yang sejak awal kami harapkan,” ujarnya melalui unggahan media sosial.
Selain itu, Ade Rahayu Putri Jaya, mahasiswi S2 Magister Manajemen Teknologi ITK angkatan 2025 yang sebelumnya sempat viral di Instagram karena keluh kesahnya terkait gagalnya masuk Program Gratispol, kini menyatakan permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pihak kampus dan Pemprov Kaltim.
“Kami telah mendapatkan solusi terbaik atas permasalahan yang kami hadapi. Kami sangat mengapresiasi sikap terbuka dan kerja sama dari pihak ITK serta Pemprov Kaltim,” tulis Ade dalam klarifikasinya di media sosial.
Ia menyampaikan terima kasih kepada rekan media dan pihak-pihak yang telah bersikap netral serta profesional dalam mengawal persoalan tersebut, termasuk LBH Samarinda yang memberikan pendampingan hukum kepada mahasiswa.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Setdaprov Kaltim, Siti Sugiyanti, menegaskan tidak ada permasalahan antara Pemprov Kaltim dan ITK terkait pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan. Isu yang sempat beredar disebut sebagai miskomunikasi administratif yang kini telah diselesaikan melalui jalur resmi.
“Pemprov Kaltim dan ITK telah menyepakati solusi dan langkah tindak lanjut bagi mahasiswa yang belum terakomodir. Kami berkomitmen memastikan seluruh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Teknologi yang memenuhi kriteria tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui Gratispol,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi agar pelaksanaan program ke depan berjalan lebih baik serta tidak menimbulkan persoalan serupa.
Ade berharap ke depan Program Gratispol dapat disosialisasikan lebih jelas sejak awal, mulai dari proses pendaftaran hingga persyaratan yang harus dipenuhi, agar tidak terjadi kembali kendala serupa.
Pemprov Kaltim dan ITK menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi peningkatan mutu sumber daya manusia Kalimantan Timur yang berdaya saing tinggi dan berintegritas.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





