TENGGARONG – Lonjakan pendaftar Beasiswa Kukar Idaman tahun 2025 memecahkan rekor sejak program tersebut diluncurkan. Dari kuota awal hanya 1.348 orang per kategori, jumlah penerima sah membengkak hingga 4.015 orang setelah proses verifikasi dan validasi.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyebut antusiasme pendaftar melampaui ekspektasi, dengan total pendaftar mencapai lebih dari 9.000 orang. Kenaikan drastis ini menjadi salah satu pemicu munculnya polemik di publik, terutama terkait isu pemangkasan nominal bantuan.
Menemui massa aksi di Kantor Bupati Kukar, Rendi memastikan kebijakan pemotongan batal dilakukan. Semua penerima tetap akan mendapat dana penuh sebesar Rp5 juta.
“Tahap pertama akan disalurkan sebesar Rp1,6 juta. Sisanya sebesar Rp3,4 juta akan disalurkan pada APBD Perubahan,” jelasnya, Kamis (14/8/2025).
Untuk pencairan tahap awal, Pemkab Kukar menargetkan transfer langsung ke rekening penerima dalam waktu seminggu. Apabila belum terealisasi, Rendi membuka ruang evaluasi bersama Bagian Kesra.
Ia mengapresiasi langkah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara langsung, menyebutnya sebagai bentuk kontribusi pemuda dalam membangun daerah.
“Ini menambah semangat kita semua untuk berbenah. Memang kita harus melakukan evaluasi terhadap keseluruhan pelaksanaan program Beasiswa Kukar Idaman,” ujarnya.
Rendi menjelaskan polemik yang ramai di media sosial bermula dari miskomunikasi dan kekeliruan sistem pendaftaran yang membuat jumlah pendaftar membludak.
Meski jumlah penerima melonjak, Pemkab Kukar tidak memangkas anggaran pendidikan. Rendi menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, meski tengah ada gelombang efisiensi anggaran.
“Di awal, sempat terjadi miskomunikasi karena anggaran yang tersedia di tahun 2025 untuk Beasiswa Kukar Idaman itu sekitar Rp8 miliar, sehingga tidak mencukupi untuk membiayai seluruh penerima yang lolos verifikasi. Dengan jumlah lebih dari 4.000 mahasiswa yang memenuhi syarat, dibutuhkan tambahan sekitar Rp12,5 miliar,” sebutnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





