Pengamat Ingatkan Partai Politik di Kaltim Jangan Sampai Hilang Keberpihakan ke Publik dan Tidak Konsisten

SAMARINDA – Pengamat politik sekaligus akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, melontarkan kritik terhadap kondisi partai politik di Kalimantan Timur (Kaltim) belakangan ini.

Menurut Herdiansyah, partai politik saat ini dinilai tidak lagi menjalankan fungsi idealnya sebagai alat pendidikan politik dan representasi kepentingan publik.

“Partai politik tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia menilai salah satu persoalan utama partai politik adalah inkonsistensi dalam menentukan sikap politik. Kondisi itu membuat publik kehilangan contoh tentang bagaimana seharusnya prinsip politik dijalankan secara bermartabat.

“Partai politik itu tidak memberikan pelajaran penting bagi publik tentang pilihan-pilihan politik, prinsip partai politik yang harusnya punya martabat dan punya konsistensi,” katanya saat diskusi di Warkop Bagios, Samarinda Sabtu (16/5/2026).

Dirinya menyebut seharusnya setiap keputusan politik yang diambil partai didasarkan pada kepentingan masyarakat Kalimantan Timur, bukan semata kepentingan internal partai ataupun elite tertentu.

“Yang dikejar itu harusnya standing partai politik. Partai politik harus berdiri tegak dengan kepentingan masyarakat Kaltim, bukan kepentingan partai politiknya,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, ia mengkritik kultur internal partai politik yang menurutnya masih jauh dari prinsip demokrasi.

Ia menilai arah keputusan partai saat ini terlalu bergantung pada figur ketua umum maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sehingga ruang demokrasi di internal partai menjadi lemah.

“Kelemahan partai politik ya internal partai politik tidak demokratis. Yang menentukan adalah ketua partai politik,” ujarnya.

Menurutnya fenomena tersebut dapat dilihat dari berbagai pernyataan politik yang kerap berubah mengikuti sikap elite partai, bukan berdasarkan aspirasi masyarakat maupun sikap ideologis partai itu sendiri.

“Semua bergantung ketuanya, semua bergantung DPP. Bukan bergantung dari pilihan-pilihan yang sebenarnya bisa diambil,” jelasnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI