BERAU – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri menjadi perhatian serius DPRD Berau. Para pengelola destinasi wisata diminta untuk memperketat pengawasan demi memastikan keselamatan pengunjung, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menegaskan pengawasan di kawasan wisata tidak boleh dilakukan setengah hati. Menurutnya momentum libur Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya aktivitas wisata masyarakat yang berbanding lurus dengan potensi terjadinya kecelakaan.
“Pengawasan harus menjadi prioritas utama. Tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dijalankan secara maksimal di lapangan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan destinasi wisata seperti pantai, sungai, air terjun, hingga kawasan wisata alam terbuka lainnya memerlukan perhatian ekstra karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Kondisi alam yang dinamis serta tingginya jumlah pengunjung dinilai dapat meningkatkan potensi insiden ketika tidak diantisipasi dengan baik.
Menurut Arman, pengelola destinasi wisata memegang peran penting dalam menciptakan rasa aman bagi pengunjung. Sejumlah langkah preventif dinilai perlu dilakukan, mulai dari menyiapkan petugas pengawas di titik-titik rawan, memasang rambu-rambu keselamatan yang jelas, hingga secara aktif memberikan imbauan kepada wisatawan.
“Pengelola harus memastikan seluruh aspek keamanan terpenuhi. Kehadiran petugas di lapangan dan rambu keselamatan yang memadai sangat penting untuk mengingatkan pengunjung,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Pengelola diharapkan memiliki prosedur penanganan insiden yang jelas, termasuk ketersediaan peralatan keselamatan dan akses cepat terhadap layanan pertolongan pertama.
Arman menilai, pengawasan yang optimal tidak hanya mampu meminimalkan risiko kecelakaan, tetapi meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi yang dikunjungi.
Di sisi lain, ia turut mengingatkan wisatawan agar tidak abai terhadap keselamatan diri. Kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan di setiap lokasi wisata dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana wisata yang aman dan tertib.
“Wisatawan juga harus mematuhi setiap aturan yang ada. Jangan memaksakan diri di area berbahaya atau mengabaikan peringatan yang sudah disampaikan,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pengelola dan pengunjung dapat terjalin dengan baik selama masa libur Idulfitri, sehingga aktivitas pariwisata di Kabupaten Berau dapat berjalan lancar tanpa insiden yang merugikan.
“Kalau pengelola dan pengunjung sama-sama disiplin, maka kegiatan wisata akan berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua pihak,” ungkapnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





