BERAU – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mendorong seluruh kampung di wilayahnya untuk lebih aktif mengembangkan produk khas yang memiliki nilai ekonomis dan mampu bersaing di pasar.
Langkah itu dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Subroto, Kabupaten Berau memiliki kekayaan potensi yang tersebar di setiap kampung, baik dari sektor sumber daya alam maupun kearifan lokal. Keragaman tersebut menjadi modal besar apabila dikelola secara optimal dapat melahirkan produk-produk unggulan dengan daya jual tinggi.
Ia menegaskan setiap kampung sejatinya memiliki ciri khas masing-masing yang bisa dikembangkan, mulai dari hasil pertanian, perikanan, kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional. Dengan sentuhan inovasi dan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat diangkat menjadi produk bernilai tambah.
“Setiap kampung pasti memiliki potensi masing-masing, baik itu dari sektor pertanian, perikanan, kerajinan tangan, maupun kuliner khas. Jika potensi tersebut dikembangkan dengan baik, tentu akan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Subroto, Rabu (25/3/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan pengembangan produk khas kampung tidak cukup hanya berhenti pada proses produksi. Aspek kualitas, desain kemasan, hingga strategi pemasaran juga harus menjadi perhatian serius. Terlebih di era digital saat ini, pemasaran melalui platform online dinilai sangat efektif dalam memperluas jangkauan pasar.
Subroto menilai apabila pengelolaan dilakukan secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan, maka produk khas kampung dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi lokal. Tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat kampung.
Dalam hal tersebut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan konkret. Dukungan tersebut meliputi pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, bantuan peralatan produksi, hingga fasilitasi promosi melalui pameran dan media digital.
Menurutnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan pelaku UMKM menjadi kunci utama dalam mendorong lahirnya produk-produk unggulan. Sinergi yang kuat diyakini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Subroto melihat pengembangan produk khas kampung sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Produk lokal yang unik dan berkualitas dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Berau.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak kampung di Kabupaten Berau yang mampu menggali potensi lokalnya secara kreatif dan inovatif. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih mandiri, berkelanjutan, serta berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah secara keseluruhan.
“Ketika setiap kampung memiliki produk unggulan, maka selain meningkatkan ekonomi masyarakat, hal itu juga dapat memperkuat identitas daerah. Bahkan tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut bisa menjadi oleh-oleh khas yang dicari wisatawan,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





