SAMARINDA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Samarinda periode 2025-2026, resmi dikukuhkan, Jumat (13/2/2026). Bertempat di Aula Bapperida Kota Samarinda, prosesi pelantikan tersebut mengusung tema besar ‘Dakwah Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Berlandaskan Triologi dan Penguatan Organisasi’.
Ketua Umum PC IMM resmi dijabat M Alif Baiquni. Sementara Sekretaris Umum PC IMM, dijabat Ade Mardiah dan Bendahara Umum PC IMM Achmad Azhyzia S.
Ketua Umum PC IMM Samarinda, Alif, menekankan pentingnya peran IMM tidak hanya sebagai media pengaderan, tetapi berdampak nyata bagi Kota Samarinda.
Ia menyoroti dukungan terhadap program Smart City melalui relawan edukasi layanan publik dan literasi digital di pasar tradisional.
“IMM siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis yang konstruktif bagi Pemerintah Kota Samarinda. Kami mengedepankan pendekatan intelektual dan solutif,” tegas Alif.

Sekretaris Umum DPD IMM Kalimantan Timur (Kaltim) mewakili Ketua Umum DPD menyampaikan pesan mendalam yang memadukan wawasan barat dan khazanah Islam.
Ia mengutip QS. Al-Ankabut ayat 45, ‘Innas salata tanha ‘anil fahsha’i wal munkar’. Menurutnya ayat itu adalah manifestasi untuk mewujudkan Trilogi IMM yakni Keagamaan, Keilmuan, dan Kemahasiswaan.
“Kader IMM harus tangguh. Seperti teori Charles Darwin tentang seleksi alam, bukan spesies yang paling kuat atau pintar yang bertahan, melainkan yang paling bisa beradaptasi,” katanya.
Ia menutup sambutan dengan ajakan menyongsong Ramadan terbaik 2026 serta ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik.
Turut hadir Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyambut positif semangat tersebut. Zuhri mengatakan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam perubahan sosial.
“IMM diharapkan menjadi motor perubahan sosial dan estafet kepemimpinan kota. Kami menunggu partisipasi ananda sekalian untuk menjadi cendekiawan muslim yang aktif dalam pembangunan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PDM Kota Samarinda, Damingun, mengingatkan kembali identitas kader.
“IMM harus memiliki tiga warna, akademik, islami, dan kemanusiaan. Pahami nilai ‘Islam Berkemajuan’ demi peradaban,” sebutnya.
Suasana haru menutup acara saat Ketua Umum Demisioner, Emma Maulida, memberikan mandat terakhirnya.
“Rawatlah IMM ini dengan hati. Jangan hanya menjadikannya tempat Proker, tapi jadikanlah rumah tempat pulang,” kata Emma.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri kader IMM se-Samarinda, alumni, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah menandai babak baru pergerakan mahasiswa Muhammadiyah di Kota Tepian.
Pewarta: Refi F
Editor: Yahya Yabo





