Penjelasan Pringgondani Balikpapan Jadi Juara 1 Jambore Desa Wisata Kaltim 2025

SAMARINDA – Taman Wisata Bukit Pringgondani atau Kampung Wisata Pringgondani yang berlokasi di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, berhasil meraih Juara 1 pada ajang Jambore Desa/Kampung Wisata Kalimantan Timur 2025. Pengumuman pemenang berlangsung dalam Malam Anugerah di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (11/9/2025) malam.

Owner Kampung Wisata Pringgondani, Surata, mengaku bangga atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan tidak lepas dari dukungan seluruh tim, Pemerintah Kota Balikpapan, hingga Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.

“Perasaannya tentu bangga dan berterima kasih. Semua kru, manajemen, dan pemerintah daerah sudah memberikan pendampingan serta support sehingga persiapan berjalan maksimal,” ujar Surata.

Pringgondani sendiri menawarkan konsep wisata alam dan budaya yang unik. Para pedagang di kawasan wisata tersebut mengenakan kostum tradisional, menjual kuliner khas serta buah-buahan lokal, dan melakukan transaksi menggunakan ‘uang kayu’ sebagai daya tarik. Semua itu dikemas dengan sentuhan budaya serta keindahan alam, sehingga menambah pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Kawasan wisata tersebut memiliki luas sekitar tiga hektare, terbagi menjadi dua area utama, yakni Pringgondani 1 dan Pringgondani 2. Dalam sehari, terdapat sekitar 12 staf tetap yang bekerja, sementara total pelaku usaha dan pekerja bisa mencapai 50 orang. Jumlah kunjungan wisatawan pun sangat tinggi. Pada akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 6.000 hingga 9.000 orang, sedangkan pada hari biasa sekitar 3.000 hingga 4.000 orang.

Surata menyebutkan perputaran ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisata ini cukup besar. Pada 2024, nilai perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp8 miliar dalam setahun. Bahkan di akhir pekan dengan kondisi cuaca yang baik, transaksi ekonomi di kawasan Pringgondani dapat menembus Rp500 juta hingga Rp750 juta per hari.

Ke depan, Surata menegaskan pihaknya akan terus berinovasi dengan tetap menjaga nilai tradisi dan budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi alam.

“Kami ingin terus melibatkan masyarakat sekitar agar manfaat ekonomi semakin besar. Harapannya, Pringgondani bisa tumbuh lebih baik, tidak hanya bagi Balikpapan, tapi juga bagi Kalimantan Timur secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI