Perbaikan Jalan Poros Kenohan Kukar Segera Dikerjakan, Target Tiga Bulan Rampung

TENGGARONG – Kabar gembira bagi masyarakat wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akses jalan person Kecamatan Kenohan yang selama ini dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah bakal segera diperbaiki.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan proyek perbaikan jalan poros Kenohan akan segera dikerjakan dalam waktu dekat setelah seluruh proses administrasi rampung.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono. Ia menyebut saat ini tahapan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) telah selesai, sehingga pekerjaan fisik tinggal menunggu penandatanganan kontrak.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan dan Rp5 miliar untuk pemeliharaan.

Anggaran tersebut difokuskan untuk menangani ruas jalan yang menjadi jalur utama penghubung Kecamatan Kenohan, Tabang dan Kembang Janggut.

Wiyono menjelaskan proses administrasi yang sebelumnya menjadi kendala kini telah teratasi. Dokumen pelaksanaan anggaran sudah tersedia dan telah dilaporkan Bupati untuk segera ditindaklanjuti.

Ia menegaskan dengan selesainya tahapan tersebut, pekerjaan fisik di lapangan akan segera dimulai. Target penyelesaian proyek diperkirakan dalam waktu relatif singkat.

“Proses PBJ sudah selesai, tinggal kontrak dan langsung kita eksekusi di lapangan,” kata Wiyono.

Menurutnya pengerjaan ditargetkan bisa rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan. Namun pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan awal, tetapi memastikan pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang tahun.

Namun ia menuturkan perbaikan jalan tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh dengan metode pengecoran. Dari total sekitar 9 kilometer ruas jalan yang rusak, hanya sebagian kecil yang akan menggunakan konstruksi beton.

Wiyono menyebut panjang jalan yang akan dicor berkisar 700 hingga 800 meter. Sementara sisanya akan ditangani melalui perbaikan bertahap dengan metode agregat dan pemadatan.

Langkah tersebut diambil karena keterbatasan anggaran yang tersedia. Selain itu, karakteristik kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut membuat penggunaan aspal dinilai tidak efektif.

“Kalau dicor sekitar 700 sampai 800 meter di wilayah Desa Sebelimbingan hingga Teluk Muda. Sisanya pemeliharaan supaya tetap bisa dilewati aman,” ujar Wiyono.

Ia menambahkan pengecoran jalan dipilih karena pengalaman sebelumnya menunjukkan aspal jalan tidak bertahan lama di jalur tersebut.

Selain pembangunan awal, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran pemeliharaan hingga akhir tahun. Upaya itu dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dan tidak kembali rusak parah.

Pemeliharaan akan difokuskan pada titik-titik rawan, terutama di wilayah Sebelimbingan hingga Teluk Muda dan perbatasan Tuana Tuha. Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai titik paling kritis.

Meski belum bisa diperbaiki secara ideal, pemerintah memastikan kondisi jalan akan jauh lebih aman dibanding sebelumnya. Idealnya perbaikan total membutuhkan anggaran jauh lebih besar.

“Kalau idealnya memang butuh sekitar Rp80 sampai Rp90 miliar supaya langsung tuntas,” kata Wiyono.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI