SAMARINDA – Acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Samarinda menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan penegakan hukum di daerah. Acara serah terima jabatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Rabu malam, berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Pejabat Kajari sebelumnya, Firmansyah Subhan, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama masa tugasnya di Samarinda. Ia menegaskan capaian yang diraih, termasuk predikat Wilayah Tertib dari Korupsi (WTK), merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen.
“Semua yang telah dicapai adalah buah dari kerja sama dan sinergi yang solid antar lembaga,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan masa tugas sekitar tiga tahun, ia kini mendapat amanah baru sebagai Jaksa Ahli Utama di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan agar program yang telah berjalan dapat diteruskan dan ditingkatkan.
Sementara itu, Kajari Samarinda yang baru, Haedar, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan upaya penguatan sinergi serta menjaga stabilitas daerah. Ia menilai kolaborasi dengan Forkopimda menjadi faktor utama dalam menjalankan tugas penegakan hukum secara optimal.
“Kami siap melanjutkan program yang telah berjalan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak,” ujarnya.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut memberikan apresiasi terhadap peran Kejaksaan Negeri dalam mendukung terciptanya kondisi daerah yang aman dan tertib. Ia menyambut baik kehadiran Kajari yang baru dan mengucapkan terima kasih kepada pejabat sebelumnya atas dedikasinya.
Menurutnya sinergi yang telah terbangun selama ini memberikan dampak positif terhadap penegakan hukum, stabilitas daerah, serta hubungan antar lembaga yang semakin solid.
Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong langkah strategis, salah satunya dengan menghibahkan lahan sekitar 9 hektare untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan berkeamanan tinggi guna mengatasi over kapasitas.
Andi Harun menegaskan penguatan sistem pengawasan dan pencegahan korupsi menjadi hal krusial dalam tata kelola pemerintahan.
“Dengan sistem pencegahan yang kuat, kita dapat meminimalkan risiko pelanggaran hukum dan menjaga pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Acara pisah sambut ini dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait, dan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan.
Pergantian kepemimpinan itu diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas penegakan hukum di Kota Samarinda.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





