Perkuat SDM, Dispora Kukar Bina Melalui Binlat Abdi Negara

TENGGARONG – Upaya mencetak calon abdi negara dari Kutai Kartanegara (Kukar) tidak cukup hanya mengandalkan program pelatihan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan peran orang tua dan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan anak-anak muda Kukar dalam menembus seleksi TNI, Polri, maupun sekolah kedinasan.

Penegasan itu disampaikan di sela kegiatan Bimbingan dan Latihan (Binlat) Bintang Pengabdian yang digelar Dispora Kukar beberapa waktu lalu. Menurut Ali, semangat peserta dan dukungan pemerintah daerah akan kehilangan makna apabila tidak diiringi restu dan dukungan penuh dari keluarga.

“Banyak anak yang punya potensi, tapi tumbang di tengah jalan karena kurang dukungan dari rumah. Padahal restu orang tua itu bukan sekadar formalitas, tapi kekuatan utama,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ali menilai persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kukar. Dibandingkan daerah lain, kualitas SDM Kukar dinilai belum sepenuhnya kompetitif, terutama dalam seleksi ketat lembaga negara yang menuntut siapnya fisik, mental, dan intelektual.

Melalui Binlat Bintang Pengabdian, pemerintah daerah berupaya mempersempit kesenjangan tersebut. Program itu tidak hanya menyiapkan peserta secara teknis, tetapi membuka akses bagi anak-anak muda dari berbagai wilayah, termasuk kecamatan yang selama ini sulit menjangkau informasi.

Dari total 239 peserta yang mengikuti Binlat pada 2026, sekitar 80 persen kecamatan di Kukar telah terwakili. Bahkan peserta dari wilayah terpencil seperti Tabang mulai terlibat. Menurut Ali, hal itu menjadi indikator informasi program mulai menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya tertinggal.

“Ini penting, karena kesempatan menjadi abdi negara seharusnya tidak hanya dinikmati anak-anak dari wilayah perkotaan,” katanya.

Dispora Kukar menegaskan seluruh rangkaian Binlat dilaksanakan secara gratis, tanpa pungutan biaya apa pun. Pemerintah daerah bahkan berkomitmen mengawal peserta hingga ke tahap seleksi resmi.

Adapun rincian peserta Binlat 2026 terdiri dari 73 orang jalur TNI, 109 orang jalur Polri, dan 47 orang jalur sekolah kedinasan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang hampir mencapai 600 orang, meski pendaftaran hanya dibuka selama sembilan hari dan terpaksa ditutup dalam waktu dua setengah hari karena kuota terpenuhi.

“Seleksi awal tetap kami lakukan, terutama terkait tinggi badan dan syarat fisik lainnya. Yang lolos adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI