PASER – Menjadi salah satu syarat agar anak dapat mendaftar masuk sekolah, memasuki tahun ajaran baru jumlah pemohon penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Kepal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Paser, Mohammad Isnaini Yanuardi, mengatakan lonjakan permohonan KIA pada tahun ajaran baru terjadi sejak dokumen ini dijadikan salah satu persyaratan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sementara sebelumnya yang menjadi persyaratan hanya akta lahir.
“Pada hari Senin lalu, terjadi lonjakan yang cukup signifikan terkait permohonan pengurusan KIA. Hal ini tentu sangat membantu kami dalam mewujudkan target capaian kepemilikan KIA di Paser,” kata Isnaini saat dikonfirmasi, Minggu (29/6/2025).
Berbeda dari hari biasanya, Isnaini menyebut akhir-akhir ini jumlah pemohon KIA setiap hari dapat mencapai puluhan bahkan ratusan anak yang tentunya berdampak pada tingginya beban kerja pada bagian pelayanan.
Kendati demikian, Disdukcapil telah mengantisipasi lonjakan ini dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pemohon yang didominasi oleh anak-anak dan remaja. Selain itu, pelayan dokumen lainnya dipastikan tetap berjalan normal.
“Kita pastikan juga tidak mengganggu pelayanan dokumen lainnya seperti permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan lainnya,” terangnya.
Saat ini Disdukcapil menggunakan dua jaringan, satu dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) dan dari Pemerintah Kabupaten Paser yang dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) Kabupaten Paser.
Namun Isnaini menyebut terkadang masih ada kendala dalam hal kestabilan jaringan khususnya yang disediakan oleh pusat, di mana pada pukul 10.00 WITA jaringan mulai menurun. Hal ini berimbas pada proses pelayanan yang memakan waktu lebih lama.
“Kami menduga karena pengguna di atas jam itu sudah lebih banyak, karena jaringan yang disediakan pusat digunakan se-nasional. Sementara, jaringan dari Diskominfostaper saat ini bisa berjalan lancar,” sebutnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





