PASER – Jalan umum di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, kembali menjadi sorotan warga. Meski beberapa waktu lalu telah dilakukan perbaikan, kondisi jalan masih menyisakan banyak kerusakan.
Sejumlah titik kerusakan terlihat jelas di sepanjang jalur mulai dari arah Puskesmas Batu Kajang hingga depan Masjid Agung As-Salam, kondisi ini memicu keluhan para pengguna jalan dan warga.
Aziz (22), seorang mahasiswa asal Paser yang kerap bolak-balik menuju Banjarmasin (Kalsel), mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut.
Menurutnya, meskipun sudah pernah dilakukan perbaikan, cara yang dipakai justru menimbulkan masalah baru.
“Saya sebagai pengguna yang sering melewati jalanan ini meskipun sudah diberi perbaikan dengan pemberian tanah, justru itu malah memberi dua dampak terhadap masyarakat yaitu ketika hujan jalanan becek dan ketika panas terik jalanan tersebut sangat berdebu,” ungkapnya.
Aziz menambahkan persoalan ini bukan hanya menyulitkan pengendara, tapi berdampak pada warga sekitar. Ia berharap pihak berwenang lebih serius dalam menangani masalah ini.
“Harapan saya ke depannya kepada pemerintah agar secepatnya jalanan di Batu Kajang segera diperbaiki demi keselamatan lalu lintas, kenyamanan pengendara yang melintas, dan warga sekitar,” harap Aziz.
Seorang warga Batu Kajang berinisial P (30), enggan disebutkan namanya menilai perbaikan yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak mampu bertahan lama.
“Kemarin itu sudah ditambal pakai tanah, tapi seiring lalu lalang kendaraan sama hujan, jadinya enggak bakal bertahan,” ungkapnya.
Menurutnya kondisi jalan saat ini berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, apabila musim kemarau tiba jalanan akan dipenuhi debu, sementara ketika musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur.
“Kalo kemarau gini bakal bikin debu di jalan dan kalau hujan bakal berlumpur, sehingga aktivitas warga ‘kan terganggu, juga debu yang beterbangan itu ‘kan bisa sebabkan penyakit pernafasan,” tambahnya.
Dirinya menduga masih adanya aktivitas hauling batu bara di jalur tersebut, meski intensitasnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Itu truk hauling entah punya perusahaan mana, masih saja lewat beberapa kali pada malam hari di jam-jam tertentu, walau enggak seperti dulu itu masih dapat ngerusak jalan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan sebelumnya ada pemberitahuan mengenai tindak lanjut perbaikan jalan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda pengerjaan dimulai.
“Dari bulan-bulan kemarin katanya bakal diperbaiki total sampai bulan ini belum ada progresnya, semoga segeralah dilakukan perbaikan secepatnya,” sebutnya.
Pewarta: Abika Ramadhan
Editor: Yahya Yabo





