TENGGARONG – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 M, perputaran uang tunai di Kutai Kartanegara meningkat signifikan. Aktivitas belanja kebutuhan Lebaran, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penukaran uang pecahan baru menjadi rutinitas tahunan yang hampir selalu memadati bank dan pusat perbelanjaan.
Untuk itu, di tengah tingginya transaksi tersebut, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, menilai momentum Ramadan hingga Idulfitri kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyisipkan uang palsu di tengah padatnya transaksi.
“Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada terhadap peredaran uang palsu. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah,” ujarnya.
Menurutnya kelengahan sering terjadi ketika transaksi berlangsung cepat, seperti di pasar takjil, pusat perbelanjaan, atau saat penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan bagi-bagi THR anak-anak.
Roganda mengingatkan masyarakat untuk menerapkan metode 3D dalam mengecek keaslian uang yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
Dari sisi visual, warga diminta memperhatikan warna dan detail cetakan. Uang asli memiliki kualitas cetak yang tajam dan presisi. Saat diraba, terdapat bagian tertentu yang terasa lebih kasar karena teknik cetak khusus. Sementara saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat benang pengaman dan tanda air sebagai ciri khas.
“Kalau ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak. Jangan pula mengedarkan kembali uang yang diduga palsu,” tegasnya.
Ia menekankan mengedarkan kembali uang yang diduga palsu, meskipun dengan alasan tidak ingin merugi, tetap berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Selain mengingatkan soal pemeriksaan fisik uang, Polres Kukar menyoroti maraknya jasa penukaran uang tidak resmi yang kerap muncul di pinggir jalan menjelang Lebaran.
Praktik itu dinilai berisiko karena tidak ada jaminan keaslian uang yang ditukarkan. Masyarakat disarankan melakukan penukaran di bank atau lembaga resmi untuk meminimalkan potensi kerugian.
“Jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil. Pastikan menukar uang di tempat resmi agar lebih aman,” tandas Roganda.
Apabila terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti.
Selama Ramadan hingga Idulfitri, kepolisian memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Partisipasi masyarakat dalam memeriksa keaslian uang serta melaporkan temuan mencurigakan dinilai menjadi kunci untuk menekan potensi peredaran uang palsu di Kukar.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





