SANGATTA – Harga beras di Kecamatan Muara Wahau mulai merangkak naik. Kondisi itu langsung direspons aparat kepolisian bersama unsur Forkopimcam dengan turun ke lapangan melakukan tinjauan langsung.
Dipimpin Kapolsek Muara Wahau Iptu Sumartono, tinjauan melibatkan Camat Muara Wahau Marlianto, unsur Koramil, Satpol PP, UPT Pasar, hingga personel Polri. Sejumlah titik disisir, mulai toko retail, agen elpiji 3 kg, peternakan ayam, tempat pemotongan hewan, hingga SPBU.
Hasil pengecekan menunjukkan stok bahan pokok di wilayah tersebut masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun harga sejumlah komoditas terpantau naik, terutama beras.
Untuk beras medium, harga kini menyentuh Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp16.400. Sementara beras premium ikut naik dari Rp18.600 menjadi Rp19.000 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada beberapa komoditas lain seperti gula premium, tepung terigu, minyak goreng, cabai lokal dan cabai keriting, hingga daging ayam kampung. Sejumlah komoditas perikanan seperti ikan kakap dan tongkol mengalami kenaikan harga.
Meski begitu, tidak semua bahan pokok mengalami lonjakan. Beberapa komoditas justru turun, di antaranya gula kemasan yang kini Rp17.000 per kilogram, cabai merah besar turun ke Rp70.000 per kilogram, serta bawang merah yang kini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Penurunan terjadi pada kentang, wortel impor, kemiri, ikan tuna, dan udang kecil.
Sementara itu, harga elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di tingkat pangkalan masih berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp32.000 per tabung. Namun di tingkat pengecer, harga ditemukan lebih tinggi, bahkan mencapai Rp35.000 per tabung.
Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, menegaskan pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan mencegah adanya praktik penimbunan barang.
“Secara umum stok aman, tapi memang ada beberapa komoditas yang naik. Kami bersama Forkopimcam akan terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi lonjakan signifikan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan pengawasan akan terus diperketat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Ini bagian dari upaya memastikan distribusi tetap lancar dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” jelasnya.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





