SANGATTA — Komitmen perang terhadap narkoba tidak hanya disuarakan ke luar. Jajaran pimpinan Polres Kutai Timur (Kutim) membuktikan langkah bersih-bersih dimulai dari internal.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) menjalani tes urine mendadak di Mapolres Kutim. Pemeriksaan dilakukan Tim Urusan Kesehatan (Urkes) dan diawasi langsung Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Hasil tes seluruhnya negatif. Tidak ditemukan kandungan narkotika maupun psikotropika dalam sampel urine Kapolres Kutim dan jajaran PJU.
AKBP Fauzan Arianto menegaskan transparansi dan keteladanan adalah kunci utama dalam penegakan hukum. Menurutnya mustahil memberantas peredaran narkoba apabila aparat penegak hukum sendiri tidak bersih.
“Sebelum kami membersihkan penyakit masyarakat, khususnya peredaran narkoba, kami harus memastikan bahwa sapu yang kami gunakan itu bersih. Ini bentuk transparansi dan komitmen kami,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan tes mendadak itu bukan seremoni. Pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkala dan acak, menyasar seluruh personel hingga tingkat Polsek jajaran wilayah hukum Kutai Timur.
Zero tolerance menjadi harga mati. Kapolres memastikan tidak ada kompromi bagi anggota yang terbukti menyalahgunakan narkoba. Sanksi tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sudah menanti.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat marwah institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
“Penegakan hukum harus dimulai dari diri sendiri. Itu prinsip yang kami pegang,” pungkasnya.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





