SAMARINDA – Kabar baik bagi warga Kota Tepian. Setelah sempat ditutup akibat rentetan insiden ditabrak tongkang, akses Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) resmi dibuka kembali Sabtu (31/1/2026), mulai pukul 15.00 WITA.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk melepas portal pembatas meskipun hasil uji teknis jembatan tersebut belum keluar sepenuhnya.
Keputusan membuka kembali jalur yang menghubungkan Samarinda Seberang dan Sungai Kunjang tersebut diambil berdasarkan hasil pemeriksaan geometrik visual. Secara kasat mata, struktur jembatan dinilai masih dalam ambang batas toleransi meskipun sudah ‘dihajar’ tongkang sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, mengungkapkan pengecekan difokuskan pada tiga titik krusial yakni:
Pilar Jembatan: Dipastikan masih berdiri tegak.
Lantai Jembatan: Tidak ditemukan retakan fatal.
Expansion Joint (Sambungan Struktur): Kondisi masih rata dan stabil.
“Mahulu ini jalur vital. Kalau terlalu lama ditutup, distribusi logistik dan ekonomi masyarakat bakal lumpuh. Itu pertimbangan utama kami,” tegas Muhran.
Meski portal telah dibuka, bukan berarti kendaraan dapat melintas dengan bebas tanpa aturan. Dinas PUPR-PERA memberikan catatan keras yakni kendaraan dengan beban di atas 8 ton dilarang melintas.
Secara teknis rekomendasi keamanan untuk beban berat belum diterbitkan karena tim ahli masih menunggu hasil uji lebih mendalam. Berikut adalah poin-poin penting terkait status jembatan saat ini:
Status Uji: Baru sebatas uji visual. Uji Dinamik dan Non-Destructive Test (NDT) untuk mengecek struktur internal belum dilakukan.
Jadwal Uji Lanjutan: Tim teknis dijadwalkan tiba di Samarinda antara Minggu atau Senin.
Risiko Penutupan: Saat uji dinamik berlangsung nanti, jembatan akan ditutup total kembali selama kurang lebih 4 jam.
Sementara catatan insiden Jembatan Mahulu yaitu pada 23 Desember 2025 insiden pertama tabrakan, kemudian 4 Januari 2026 insiden kedua dan 25 Januari 2026 insiden ketiga (terbaru).
Pemerintah meminta masyarakat khususnya pengusaha angkutan berat, untuk kooperatif demi menjaga keselamatan bersama hingga hasil uji menyeluruh memastikan struktur jembatan benar-benar pulih dari trauma benturan.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





