BALIKPAPAN – Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri RI, Akmal Malik, terpesona dengan keindahan dan potensi besar Sungai Manggar di Balikpapan. Dalam kunjungan kerjanya akhir pekan lalu, Akmal menilai kawasan tersebut layak dikembangkan menjadi ikon wisata air unggulan Kalimantan Timur sekaligus contoh sukses kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal.
Dengan mencoba kapal wisata milik Deboekit Riverside Resort, Akmal menyusuri tenangnya aliran Sungai Manggar. Saat menyusuri sungai dengan kapal wisata milik Bukit Everside Resort, ia menyebut suasana di kawasan tersebut begitu eksotis hingga mengingatkannya pada latar film-film Hollywood bertema petualangan tropis.
“Pemandangannya luar biasa. Pepohonan hijau menjulang di tepi sungai, udara segar, dan airnya berkilau diterpa matahari sore. Saat kapal melaju pelan, rasanya seperti sedang berada di film Anaconda atau Jurassic Park, tapi ini nyata di Balikpapan,” ujar Akmal.
Dalam perjalanan itu, ia tidak hanya disuguhi panorama alam yang asri, tetapi menyaksikan langsung kehidupan satwa khas Kalimantan seperti Bekantan yang lincah melompat di pepohonan serta ubur-ubur yang hidup alami di perairan sungai.
“Ini luar biasa. Di sini ada kapal restoran terapung, coffee shop terapung, bahkan spa terapung. Semuanya memanfaatkan potensi sungai dengan konsep yang menarik dan ramah lingkungan,” kata Akmal.
“Anda bisa melihat Bekantan melompat dan menikmati sunset yang indah di ujung sungai. Sayang, tempat sebagus ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Saya berharap potensi wisata Sungai Manggar ini bisa terus dikembangkan dengan baik,” lanjutnya.
Akmal mengungkapkan pengembangan kawasan tersebut merupakan hasil inisiatif yang sempat ia dorong bersama para pengusaha muda lokal.
Salah satunya adalah pihak Deboekit Riverside Resort yang kini secara serius menata kawasan tersebut menjadi destinasi terpadu berbasis air.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman Deboekit Riverside Resort yang mau mengembangkan wilayah ini. Jujur, saya dulu yang menginisiasi mereka untuk bergerak. Sekarang hasilnya sudah mulai terlihat. Insya Allah, Desember nanti akan diadakan Festival Dayung Manggar sebagai tanda dibukanya kawasan ini untuk umum,” ujarnya.
Sementara itu, staf pengelola Deboekit Riverside Resort, Rianda, menjelaskan konsep pengembangan Sungai Manggar tidak hanya berfokus pada keindahan alam tetapi pada pengalaman wisata yang menyatu dengan air dan lingkungan sekitar.
“Kami menghadirkan konsep hotel dan vila yang terintegrasi dengan area tambak. Selain penginapan, kami juga menyediakan restoran terapung, coffee shop terapung, dan spa terapung. Semua fasilitas ini dirancang agar wisatawan bisa menikmati suasana perairan dari berbagai sisi, baik untuk relaksasi maupun rekreasi,” jelas Rianda.
Selain itu, Bukit Everside Resort menyiapkan sejumlah aktivitas penunjang seperti paddling, dayung, dan wisata edukatif seputar ekosistem mangrove dan habitat Bekantan.
Dirjen Otda menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam setiap upaya pengembangan wisata.
Menurutnya, Sungai Manggar memiliki nilai ekologis yang tinggi dan harus dijaga agar tetap menjadi habitat alami bagi flora dan fauna khas Kalimantan.
“Saya berharap pengembangan wisata di Sungai Manggar bisa menjadi model ekowisata berkelanjutan, di mana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak alam. Potensi ini luar biasa dan kalau dikelola baik, bisa membawa nama Balikpapan dan Kalimantan Timur semakin dikenal di tingkat nasional,” ungkap Akmal.
Pemerintah daerah Balikpapan sendiri menyambut baik dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. Melalui sinergi lintas sektor, kawasan Sungai Manggar diharapkan dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati pengalaman wisata berbasis air dengan nuansa tropis khas Kalimantan.
Dengan pesona alam yang memesona, keberadaan satwa endemik, serta konsep wisata terapung yang inovatif, Sungai Manggar kini bersiap menjadi permata baru pariwisata Balikpapan destinasi yang memadukan keindahan alam, kreativitas lokal, dan semangat kolaborasi untuk kemajuan daerah.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





