Prajurit gugur, Indonesia minta PBB selidiki insiden UNIFIL di Lebanon

Pemerintah Indonesia secara tegas mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera menggelar investigasi menyeluruh atas rentetan serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik Lebanon Selatan. Desakan kuat ini dilayangkan menyusul eskalasi konflik berdarah yang telah mengakibatkan tiga prajurit TNI kebanggaan bangsa gugur, serta delapan personel lainnya mengalami luka-luka saat tengah menjalankan tugas mulia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiga prajurit yang gugur dalam rangkaian insiden tragis tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Merespons situasi keamanan yang kian memburuk dan demi mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan, Panglima TNI Agus Subiyanto telah menginstruksikan seluruh prajurit Indonesia di Lebanon untuk menghentikan aktivitas di luar markas dan tetap berlindung di dalam bunker.

Pembaca Setia Radar Media!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm06apr2026/mobile/

Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI