PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser resmi merilis logo dan tema peringatan hari jadi ke-66 Kabupaten Paser 2025. Logo dan tema tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah jadinya Bumi Daya Taka, 29 Desember 2025 mendatang.
Sebagai bagian dalam memperkuat semangat kebersamaan, Bupati Paser, Fahmi Fadli, turut menerbitkan edaran kepada instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, BUMN dan BUMD, serta perusahaan dan masyarakat untuk berperan dalam peringatan tersebut.
“Diharapkan agar dapat memasang spanduk atau baliho ucapan, umbul-umbul atau hiasan lainnya mulai tanggal 1 Desember 2025 sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,” ucap Fahmi.
Ia turut mengajak masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan peringatan tersebut sesuai tema yang diusung yaitu ‘Kolaborasi Selaras, Wujudkan Paser Tuntas’. Selain itu, sejumlah kegiatan menyemarakkan peringatan dan menegaskan untuk dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Untuk mendorong peran aktif seluruh lapisan masyarakat baik secara kelembagaan maupun perorangan dalam menyukseskan penyelenggaraan Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser Tahun 2025,” katanya.
Adapun pengertian tema Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser Tahun 2025 yaitu mencerminkan tentang untuk mencapai visi besar Paser TUNTAS, diperlukan sinergi dan kerja sama yang harmonis dari seluruh elemen di Kabupaten Paser.
Hanya melalui kerja sama yang terpadu, sejalan, dan terkoordinasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat (kolaborasi selaras), maka visi Kabupaten Paser yang sempurna dan berkelanjutan (Paser TUNTAS) dapat berhasil diwujudkan.
Sementara logo dengan angka 66 yang diusung, menandai peringatan 66 tahun berdirinya Kabupaten Paser. Desainnya berbentuk pusaran ganda menyerupai daun dan api, menggambarkan kesinambungan, semangat pembangunan, dan transformasi berkelanjutan dari akar budaya menuju kemajuan modern.
Warna hijau melambangkan kesuburan, kesejukan, dan kehidupan. Terinspirasi dari motif Serembolum dan Kombat dalam ornamen adat Paser yang bermakna ‘setawar sedingin’ yaitu simbol kedamaian, keseimbangan, dan ketenteraman. Warna tersebut mencerminkan karakter Paser yang ramah lingkungan dan kaya sumber daya alam.
Sementara warna kuning, melambangkan kemuliaan, kebijaksanaan, dan kemakmuran. Filosofinya berpijak pada ‘Bulan Pinakael’, simbol emas yang berkilau namun rendah hati mencerminkan kepemimpinan arif, merangkul semua kalangan, serta membawa cahaya keadilan dan kesejahteraan sebagaimana makna Baju Remiau Bulau, pakaian adat Kesultanan Paser.
Adapun bentuk daun lempinak dan api melambangkan perpaduan antara alam dan semangat pembangunan. Bentuknya menyerupai Pelopak Basung, falsafah tentang membina generasi agar tumbuh kuat dan berguna seperti bambu yang tegak. Api melambangkan semangat dan energi kemajuan, sementara lekukan lembutnya menandakan kerendahan hati dalam memimpin.
Sementara tipografi ‘Kabupaten Paser’ bergaya elegan dengan ornamen halus terinspirasi dari ukiran Serembolum–Kombat. Warna hijau dan emas mencerminkan harmoni antara tradisi dan modernitas. Huruf bergaya lembut menegaskan karakter masyarakat Paser yang berbudaya, berwibawa, dan bersahaja.
Pewarta: TB Sihombing
Editor: Yahya Yabo





