SAMARINDA – Harapan masyarakat untuk melihat wajah baru Terminal Tipe B Sungai Kunjang Samarinda kembali tertunda. Meski seluruh dokumen perencanaan sudah rampung, kepastian revitalisasi terminal berusia puluhan tahun itu belum juga terwujud.
Kepala UPTD Terminal Sungai Kunjang, Jaka Purwa Indarta, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah selesai sejak lama. Mulai dari penyusunan master plan pada 2019, Detail Engineering Design (DED) di 2021, hingga penyempurnaan dokumen pada 2024 yang mencakup biaya pengawasan. Namun, instruksi presiden terkait efisiensi anggaran pada April 2025 membuat proyek ini ditunda.
“Secara teknis sudah siap, tapi waktu pelaksanaan di 2025 terlalu sempit. Karena itu masuk skema efisiensi,” ujarnya.
Penundaan ini mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menilai kondisi terminal saat ini sudah tidak layak. Banyak fasilitas umum yang rusak, sementara status terminal sebagai kewenangan provinsi menuntut perhatian serius dari Pemprov Kaltim.
“Terminal bukan sekadar tempat naik turun penumpang, tapi bagian penting dari pelayanan publik dan penopang ekonomi daerah. Jangan sampai masyarakat terus merasa tidak nyaman,” tegas Subandi.
Ia menegaskan DPRD akan mengawal agar revitalisasi benar-benar masuk dalam pembahasan anggaran 2026. Menurutnya, jika alokasi anggaran disetujui, pembangunan bisa segera dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat.
“Kami akan kawal agar rencana ini tidak berhenti di atas kertas. Harapan kami, tahun depan sudah ada keputusan pasti,” pungkasnya. (ADV)





