RS Muara Wahau Dipindah ke Wanasari, Pelayanan Kesehatan Tetap Prioritas

SANGATTA – Isu efisiensi anggaran yang bergulir tidak menggoyahkan komitmen Pemkab Kutai Timur (Kutim) terhadap sektor kesehatan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan layanan kesehatan tetap menjadi prioritas dan tidak ada pengurangan anggaran pada sektor vital tersebut.

“Kalau bidang layanan kesehatan kita masih prima. Tidak ada yang dikurangi,” tegasnya kepada awak media.

Ia memastikan pembiayaan BPJS Kesehatan, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat menjadi perhatian dalam kondisi aman.

“BPJS aman. Yang PBI di Kutim tidak ada masalah,” sebutnya.

Di sisi lain, Pemkab melanjutkan rencana pembangunan rumah sakit Tipe D di Kecamatan Muara Wahau. Ardiansyah memastikan tidak ada persoalan lahan, hanya saja luas lokasi awal belum memenuhi standar kebutuhan.

“Bukan bermasalah. Kemarin itu cuma satu hektare lebih, sementara rumah sakit kita butuh minimal enam hektare,” jelasnya.

Karena itu, lokasi pembangunan dipindahkan ke Desa Wanasari yang telah menyiapkan lahan seluas enam hingga tujuh hektare. Lahan tersebut merupakan aset desa dan berada di kawasan transmigrasi tanpa alih fungsi.

“Sudah clear. Tidak ada alih fungsi lahan. Itu lahan desa dan sudah siap,” tandasnya.

Dengan kepastian tersebut, tahapan pembangunan tinggal menunggu proses teknis dan administrasi lanjutan. Ardiansyah menegaskanndi tengah pengetatan fiskal, kesehatan tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tidak boleh terganggu.

“Kesehatan ini kebutuhan utama masyarakat. Jadi tetap kita prioritaskan,” sebutnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI