Sabaruddin Sebut Kenaikan Harga Pangan Sesekali Baik bagi Petani

SAMARINDA – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri diprediksi kembali terjadi di Kalimantan Timur. Meski demikian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim menilai kondisi tersebut tidak selalu berdampak negatif, terutama bagi para petani.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengatakan kenaikan harga bahan pokok biasanya menjadi fenomena rutin setiap menjelang Lebaran. Selain faktor musiman, kondisi global seperti ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi harga komoditas.

“Apalagi menjelang Lebaran, pasti ada dampak secara sistemis. Kalau misalnya BBM naik, biasanya semua bahan pokok ikut naik,” ujar Sabaruddin saat diwawancarai, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan sejumlah komoditas pangan yang biasanya mengalami kenaikan harga antara lain cabai, bawang, dan beras. Namun menurutnya kenaikan harga tersebut dapat menjadi kabar baik bagi para petani yang selama ini sering menghadapi harga jual rendah saat panen.

“Kalau cabai naik, beras naik, saya pikir itu tidak apa-apa. Bagus juga, karena petani kita bisa mendapatkan berkah dari situ,” katanya.

Menurut Sabaruddin, para petani kerap berada pada posisi yang kurang menguntungkan ketika harga komoditas turun. Oleh sebab itu, momentum kenaikan harga sesekali dinilai sebagai kesempatan bagi petani untuk merasakan keuntungan yang lebih baik dari hasil produksinya.

“Sering kali harga justru turun dan yang menikmati bukan petani. Jadi kalau setahun sekali harga cabai atau beras naik, berikan kesempatan kepada saudara-saudara kita petani untuk menikmati hasilnya,” ujarnya.

Meski begitu, Sabaruddin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying menjelang Lebaran. Ia memastikan stok pangan di Kalimantan Timur masih dalam kondisi aman.

“Saya pikir panic buying itu tidak perlu. Cadangan stok kita di Kalimantan Timur masih bagus. Sepuluh kabupaten dan kota saya yakin masih terkendali dengan baik,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI