Samarinda Raih Penghargaan Inflasi Regional Kaltim, DPRD Samarinda Ingatkan Terkait Dana Insentif

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai kota terbaik dalam pengendalian inflasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 wilayah Kalimantan.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tersebut menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Menanggapi capaian tersebut, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, memberikan apresiasi tinggi sekaligus memberikan catatan penting terkait pengelolaan dana apresiasi yang menyertai penghargaan tersebut.

Iswandi menegaskan penghargaan itu merupakan buah dari kerja keras kolektif yang melibatkan banyak pihak dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kita harus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota, khususnya Wali Kota Samarinda dan tim TPID. Penghargaan dari Kemendagri ini adalah bukti nyata bahwa langkah-langkah yang kita ambil dalam mengendalikan inflasi sudah berjalan efektif,” ujar Iswandi dalam wawancaranya, Kamis (7/5/2026).

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lembaga mitra pemerintah, seperti Bank Indonesia dan Bulog, dalam menjaga arus distribusi barang dan harga di pasar.

“Ini bukan kerja satu dinas saja. Sinergi antara TPID, Bank Indonesia, hingga Bulog yang memastikan stok pangan aman adalah kekuatan kita. Sinergi lintas sektor inilah yang membuat Samarinda unggul di wilayah Kalimantan,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi di ajang Kemendagri tersebut, Pemerintah Kota Samarinda mendapatkan dana insentif sebesar Rp3 miliar.

Iswandi mengingatkan agar dana tersebut dikelola dengan transparansi penuh agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga.

“Terkait hadiah dana insentif sebesar 3 miliar Rupiah tersebut, kami di Komisi II akan segera berkomunikasi dengan Wali Kota. Kami ingin tahu skema penggunaannya seperti apa, karena uang ini harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Iswandi.

Bagi pihak legislatif, substansi dari penghargaan bergengsi ini adalah bagaimana dampak finansialnya bisa dialokasikan untuk program yang menyentuh akar rumput.

“Hadiah ini jangan hanya berhenti di laporan administrasi. Kami ingin dana 3 miliar itu kembali ke masyarakat melalui program nyata, mungkin lewat operasi pasar murah yang lebih masif atau program ketahanan pangan lainnya. Intinya, rakyat harus merasakan dampak positif dari prestasi ini,” jelasnya.

Iswandi berharap prestasi di tingkat regional Kalimantan tersebut tidak membuat jajaran pemerintah lengah, melainkan menjadi motivasi untuk mempertahankan kinerja di masa mendatang.

“Mendapatkan penghargaan itu luar biasa, tapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan ini agar inflasi di Samarinda tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman,” jelas Iswandi. (rm/adv)

Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI