Samboja Dijadikan Hankam, OIKN Tinjau Lokasi dan Rencana Pembangunan

NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, meninjau lokasi rencana pengembangan Kawasan Pertahanan dan Keamanan (Hankam) IKN di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Agenda tinjauan lapangan tersebut dilakukan Basuki beserta jajaran guna memastikan seluruh perencanaan berjalan selaras dengan pembangunan IKN fase kedua (2025-2028).

“Sekaligus memperkuat sistem dan strategi pertahanan serta keamanan Nusantara sebagai bagian pengamanan Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II,” terang Basuki.

Nampak dalam agenda tinjauan tersebut, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan, Mia Amalia. Selain itu, ada Direktur Sarana Prasarana Sosial, Agus Ahyar. Serta Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga. Kunjungan Kepala Otorita IKN diunggah di laman Instagram pribadinya, Kamis (22/1/2026).

Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merupakan salah satu wilayah strategis yang ditetapkan sebagai bagian delineasi wilayah IKN dan memiliki kawasan Pertahanan Keamanan (Hankam) yang cukup krusial.

Salah satu yang dibangun di wilayah Samboja adalah Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II. Berlokasi di Amborawang, Kecamatan Samboja.

Fungsinya markas tersebut di antaranya untuk mengamankan area IKN dan wilayah sekitarnya, termasuk Kalimantan Timur, Sulawesi, hingga sebagian Jawa dan Bali.

Fase kedua pembangunan IKN sedang berjalan. Di antara yang sedang berprogres yakni pembangunan gedung dan kawasan Legislatif-Yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Y

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI