spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sampaikan Keluhan, Sejumlah Pedagang Silaturahmi dengan GM Pelindo IV Balikpapan

BALIKPAPAN – Sejumlah pedagang di Pelabuhan Semayang Balikpapan yang tergabung dalam Forum Pedagang Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin (3/7/2023) siang mendatangi kantor Pelindo IV. Kedatangan para pedagang ini untuk menyampaikan sejumlah keluhan yang dirasakan dalam waktu beberapa bulan belakangan ini.

Sekretaris Forum Pedagang Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rusmini mengatakan, sejumlah fasilitas umum yang ada di Pelabuhan Semayang Balikpapan saat ini tidak berfungsi secara normal.

Sejumlah fasilitas yang dimaksudnya seperti AC yang sering mati, tempat wudhu yang rusak, ditambah lagi dengan banyaknya pedagang yang berada di luar Pelabuhan Semayang Balikpapan.

“Beberapa pedagang merasa hal ini diabaikan dan pedagang yang tidak laku berjualan akibat fasilitas umum tidak cepat diperbaiki sehingga penumpang malas naik ke lantai dua yang AC-nya mati. Penumpang kepanasan sehingga jualan pedagang sepi pembelinya, sementara pedagang asongan bebas berjualan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rusmini menjelaskan, seharusnya Managemen Pelindo IV mengutamakan sarana fasilitas umum yang ada agar diperbaiki, karena pungsi terminal penumpang umum sarananya harus diutamakan, termasuk keberadaan pedagang yang resmi.

“Yang menyewa kios seperti dianaktirikan, karena omzet penjualannya kalah bersaing dengan pedagang asongan yang dibebaskan berjualan di luar,” jelasnya.

Atas hal ini Pelindo IV pun menggelar mediasi bersama para pedagang, dan memberikan sejumlah penjelasan perihal keluhan para peragang tersebut.

General Manager (GM) Pelindo Regional IV cabang Balikpapan, Iwan Sjarifuddin mengatakan, PT Pelindo (Persero) Regional IV cabang Balikpapan akan menata Pelabuhan Semayang, khususnya terminal penumpang. Di mana penataan tersebut disesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan. Apalagi Balikpapan akan menjadi pintu masuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim. Sehingga penting bagi Pelindo mempercantik gedung terminal.

“Kami akan menata, menambahkan fasilitas agar semakin lengkap,” ujar Iwan Sjarifuddin dijumpai usai menggelar pertemuan dengan pedagang.

Lebih lanjut Iwan Sjarifuddin menjelaskan, Pelabuhan Semayang Balikpapan sudah memenuhi International Kode Keamanan terhadap Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (International Ship and Port Facility Security/ISPS Code).

Adapun rencana penataan tersebut sekaligus menjawab usulan pedagang yang menempati ruang komersil berupa kios di lantai 2 gedung terminal.

“Penambahan fasilitas yang dimaksud diyakini akan menjadikan terminal Pelabuhan Semayang menjadi semakin berkelas. Seperti penggunaan eskalator itu sudah kami usulkan, tinggal menunggu realisasi,” jelasnya.

Namun, rencana terdekat yakni mengoptimalkan fungsi garbarata. Nantinya, akses penumpang yang akan naik dan turun melalui garbarata yang terdapat di lantai 2 terminal.

Utamanya untuk penumpang kapal Pelni. Sedangkan penumpang kapal Roll On-Roll Off (RoRo) akan menggunakan akses di lantai 1 terminal.

Sebagai penunjang sekaligus memberi kenyamanan penumpang kapal RoRo disiapkan pagar pembatas yang sudah dilengkapi atap sehingga tak khawatir kehujanan saat naik turun kapal.

Adapun optimalisasi fungsi garbarata di lantai 2 terminal karena tersedia berbagai fasilitas untuk memberi kenyamanan calon penumpang menunggu waktu keberangkatan. Pun begitu untuk penumpang yang baru tiba.

Fasilitas yang dimaksud meliputi area komersial yang menyediakan aneka kebutuhan pangan hingga sandang, ruang tunggu yang dilengkapi tempat duduk yang nyaman bahkan penyejuk ruangan.

“Nah, untuk AC, sebelumnya dikeluhkan pedagang, katanya tidak dingin. Tidak dingin ini karena banyak penumpang yang merokok, akibatnya sejumlah alat rusak. Kami berharap pedagang ikut mengimbau dan mengingatkan terutama konsumennya tidak merokok karena ruang ber-AC,” tambah Iwan.

Rencana lainnya, yakni menertibkan pedagang asongan. Perihal itu, Iwan mengatakan akan dilakukan bertahap dan persuasif.

“Kami akan mengoptimalkan petugas keamanan, terutama saat padat penumpang. Jadi petugas keamanan yang sehari-hari berjaga di kantor, saat padat penumpang dialihkan ke pelabuhan,” tutup¬†Iwan.¬†(bom)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER