Sarifah Suraidah Tekankan Pendidikan Inklusi di PPU, Dukung Kebutuhan Fasilitas

PPU – Isu pendidikan inklusif kembali menjadi perhatian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) seiring kunjungan Sarifah Suraidah ke SLB Negeri Penajam Paser Utara (PPU).

Kunjungan itu tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menegaskan pentingnya penguatan dukungan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Didampingi Indrayani, kehadiran Sarifah Suraidah disambut hangat oleh siswa dan tenaga pendidik.

Ia terlihat berinteraksi langsung dengan siswa, menyapa, berdialog, serta memberikan motivasi yang membangun kepercayaan diri anak-anak.

Namun di balik suasana hangat tersebut, terdapat isu yang lebih besar yakni masih perlunya perhatian serius terhadap kualitas pendidikan inklusif di daerah. Dalam sambutannya, Sarifah menegaskan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.

“Anak-anak kita di SLB ini adalah generasi hebat dengan potensi luar biasa. Tugas kita bersama memastikan mereka mendapatkan dukungan penuh,” ujarnya.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah. Dari hasil peninjauan, terlihat kebutuhan akan fasilitas yang lebih adaptif dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Pendidikan inklusif tidak hanya berbicara soal akses, tetapi kualitas layanan, mulai dari tenaga pendidik yang kompeten, metode pembelajaran yang sesuai, hingga fasilitas penunjang yang memadai. Tanpa itu, potensi anak-anak berkebutuhan khusus dikhawatirkan tidak dapat berkembang secara optimal.

Kehadiran pemerintah dalam konteks itu dinilai penting tidak hanya pada tataran kebijakan, tetapi dalam implementasi nyata di lapangan. Kunjungan itu menjadi simbol perhatian terhadap pendidikan inklusif mulai diarahkan lebih konkret.

Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang benar-benar inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan, di mana Sarifah Suraidah kembali menyapa siswa satu per satu. Momen tersebut tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi penegasan komitmen bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki masa depan yang harus diperjuangkan bersama.

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI