Sekolah di Kukar Akan Beralih ke Genteng, Rencana Roadmap 2026

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan langkah ‘gentengisasi’ sekolah sebagai bagian dari roadmap pembangunan pendidikan 2026. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden yang kemudian diterjemahkan oleh Bupati Kukar untuk diterapkan secara bertahap di daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujiono, menjelaskan penggantian atap sekolah menjadi genteng akan diprioritaskan pada bangunan yang masuk agenda rehabilitasi.

“Kalau kita menyimak apa yang disampaikan Pak Bupati, tindak lanjut dari kebijakan Pak Presiden itu akan dimulai dari sekolah-sekolah yang renovasi. Jadi nanti ketika ada kegiatan rehab atau perbaikan sekolah, ke depan atapnya diprioritaskan diganti dengan genteng,” ujarnya.

Menurut Pujiono, kebijakan tersebut bukan program penggantian massal sekaligus, melainkan terintegrasi dalam paket rehabilitasi fisik sekolah. Artinya setiap proyek perbaikan gedung akan diarahkan untuk menggunakan material genteng sebagai standar baru atap bangunan pendidikan.

Terkait jumlah unit sekolah yang akan direnovasi 2026, ia mengakui belum dapat menyampaikan angka pasti.

“Kalau jumlah rehab saya tidak hafal. Itu harus buka data dulu, berapa jumlah yang ada di SD, PAUD, SMP, SMA,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan komitmennya mengikuti instruksi Presiden untuk mulai menjadikan genteng sebagai atap bangunan dengan tahap awal difokuskan pada sekolah-sekolah.

Langkah itu dinilai strategis mengingat banyak sekolah di daerah masih menggunakan atap berbahan ringan seperti seng atau spandek yang lebih rentan terhadap panas ekstrem dan kebisingan saat hujan deras.

Kebijakan gentengisasi itu diproyeksikan berjalan bertahap mengikuti siklus perencanaan anggaran dan skala prioritas rehabilitasi. Dengan jumlah sekolah yang tersebar di wilayah hulu hingga pesisir, Disdikbud Kukar akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Apabila konsisten diterapkan mulai 2026, maka dalam beberapa tahun ke depan wajah fisik sekolah-sekolah di Kukar akan berubah, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi dari aspek kenyamanan dan ketahanan bangunan.

Transformasi atap sekolah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan, mendukung lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan adaptif terhadap kondisi iklim daerah.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI