SAMARINDA – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar Dialog Menteri Sosial dengan Kepala Dinas Sosial, Koorkab, dan Korwil PKH se-Kalimantan Timur di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (7/10/2025).
Acara tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui program Sekolah Rakyat yang kini menjadi prioritas nasional.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Ia mengungkapkan sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, program Sekolah Rakyat telah berkembang pesat di berbagai daerah di Indonesia.
“Pada bulan Agustus baru ada 53 titik Sekolah Rakyat. Tapi hingga September ini sudah bertambah menjadi 165 titik di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari pemerintah daerah dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa menempuh pendidikan hingga SMA. Setiap sekolah dirancang menampung hingga seribu siswa dengan pendekatan pendidikan formal, karakter, dan keterampilan.
“Kalau nanti setiap kabupaten, kota, dan provinsi memiliki Sekolah Rakyat permanen, maka lebih dari 500 ribu keluarga miskin akan memiliki harapan baru. Anak-anak mereka bisa sekolah sampai mentas, bahkan menjadi agen perubahan bagi keluarganya,” jelasnya.
Selain soal pendidikan, Saifullah menyampaikan apresiasi kepada para Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKH) yang baru saja dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan ]erjanjian Kerja (PPPK). Diharapkan peningkatan status tersebut akan membuat kinerja para pendamping sosial semakin optimal dalam memberikan pelayanan di lapangan.
“SDM kita, para TKH, kini lebih sejahtera dan bersemangat setelah dilantik menjadi PPPK. Semoga semangat baru ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah pusat terhadap Kaltim, baik dalam bidang sosial maupun pendidikan. Ia menilai program Sekolah Rakyat merupakan terobosan nyata untuk mengurangi kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Kami di Pemprov Kaltim siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini. Pendidikan adalah kunci utama agar keluarga miskin bisa keluar dari lingkaran kemiskinan. Ini sejalan dengan misi kami menjadikan Kaltim sebagai daerah yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Seno Aji.
Dalam kesempatan tersebut, Seno melaporkan angka kemiskinan di Kaltim menurun dari 5,7 persen menjadi 5,17 persen pada tahun 2025. Penurunan itu, merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, dan kabupaten/kota.
Dialog tersebut dihadiri para kepala Dinas Sosial se-Kaltim, pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), serta para tenaga kesejahteraan sosial. Acara berlangsung penuh semangat kolaborasi dan diakhiri dengan ajakan bersama memperkuat komitmen untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berbudaya.
“Sinergi pusat dan daerah harus terus dijalankan. Dengan kerja bersama, kita bisa wujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya,” pungkas Seno Aji.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





