TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP tetap berjalan pada tahun ajaran baru. Anggaran telah disiapkan dan mulai disalurkan ke masing-masing sekolah agar bantuan dapat segera diterima para siswa.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penyaluran baru dilakukan setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai.
Langkah tersebut diperlukan karena pemerintah harus lebih dulu mengetahui jumlah siswa serta kebutuhan ukuran seragam dan perlengkapan sekolah di setiap satuan pendidikan.
Menurutnya pihak sekolah telah melakukan pendataan ukuran baju, celana, sepatu, topi, hingga perlengkapan sekolah lainnya setelah seluruh proses penerimaan siswa baru ditutup. Data tersebut menjadi dasar penyaluran anggaran kepada sekolah.
Pemkab Kukar telah menyiapkan dua mekanisme agar siswa tidak mengalami kendala mengikuti kegiatan belajar mengajar sembari menunggu bantuan diterima.
Mekanisme pertama, siswa diperbolehkan mengenakan pakaian biasa atau seragam dari sekolah sebelumnya hingga seragam gratis tersedia.
Sementara mekanisme kedua dilakukan melalui sistem reimbursement bagi orang tua yang lebih dulu membeli perlengkapan sekolah secara mandiri.
“Anggaran sudah kita siapkan terkait itu, sehingga di sekolah itu berlaku dua mekanisme,” ujar Aulia, Senin (20/7/2026).
Melalui skema tersebut, pemerintah ingin memastikan seluruh siswa tetap memperoleh perlengkapan sekolah tanpa harus menunggu proses distribusi selesai. Kebijakan itu diharapkan dapat mengurangi beban orang tua pada awal tahun ajaran.
Aulia menjelaskan dana program tidak disalurkan melalui Dinas Pendidikan secara terpusat. Pemerintah memilih menyalurkan anggaran langsung ke masing-masing sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah sesuai data peserta didik yang tercatat dalam Dapodik.
Dengan mekanisme tersebut, setiap siswa telah memiliki alokasi anggaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Sekolah kemudian menyesuaikan penyaluran berdasarkan jumlah siswa yang terdaftar.
Dana reimbursement nantinya dikembalikan kepada orang tua melalui sekolah setelah proses administrasi dan bukti pembelian dipenuhi sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemkab Kukar menargetkan pelaksanaan program dapat segera rampung. Evaluasi akan terus dilakukan agar penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana.
Aulia berharap seluruh proses dapat diselesaikan sebelum akhir bulan sehingga tidak ada siswa yang terkendala hanya karena belum memiliki perlengkapan sekolah.
Ia meminta orang tua tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah apabila masih menunggu realisasi program seragam gratis. Menurutnya sebagian besar masyarakat sebenarnya telah memahami mekanisme yang diterapkan pemerintah daerah.
“Kami tetap menghimbau bahwa program ini masih ada dan silakan berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait dengan program perlengkapan sekolah gratis untuk anak SD dan SMP ini,” ungkap Aulia.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





