Seret Nama Adik Presiden, Gubernur Kaltim Diprotes Partai Gerindra

SAMARINDA – Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur yang menyeret nama presiden dalam konteks perbandingan kebijakan menuai respons dari internal Partai Gerindra. Bendahara DPD Gerindra Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan polemik.

“Kalau menurut pandangan kami, ini tidak wajar. Tidak bisa membandingkan kepala daerah dengan seorang presiden. Itu bukan perbandingan yang apple to apple,” ujarnya.

Ia menjelaskan perbedaan level kepemimpinan antara gubernur dan presiden sangat jauh, baik dari sisi cakupan wilayah maupun jumlah penduduk yang dipimpin.

“Kalau kepala daerah itu hanya memimpin wilayah terbatas, misalnya provinsi dengan jutaan penduduk. Sementara presiden memimpin seluruh negara. Jadi harus hati-hati dalam berkomentar,” tegasnya.

Sabaruddin mengingatkan agar pejabat publik, khususnya kepala daerah tidak sembarangan membawa nama presiden maupun partai dalam setiap pernyataan di ruang publik.

“Apalagi ini menyangkut marwah partai kami. Tentu kami merasa terusik dengan statement seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan kritik terhadap kebijakan merupakan hal yang sah dalam demokrasi. Namun menurutnya penyampaian kritik harus tetap proporsional dan tidak melebar ke perbandingan yang tidak relevan.

“Silakan saja mengkritik, itu hak setiap orang. Tapi jangan disangkutpautkan dengan gaya kepemimpinan presiden. Itu beda konteks,” ucapnya.

Lebih jauh, Sabaruddin menilai situasi di Kalimantan Timur yang belakangan memanas seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, bukan justru memunculkan pernyataan yang memperkeruh suasana.

“Dengan kondisi Kaltim yang sedang disorot dan adanya aksi-aksi besar, seharusnya kepala daerah introspeksi diri. Tidak mungkin masyarakat bergerak kalau semua baik-baik saja,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar kepala daerah mengedepankan sikap bijak dan tidak terkesan arogan dalam merespons kritik publik.

“Harus mawas diri dan hati-hati dalam berstatement. Jangan arogan,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Sabaruddin berharap situasi di Kalimantan Timur tetap kondusif di tengah dinamika politik yang berkembang.

“Yang penting Kaltim tetap kondusif,” jelasnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI