SAMARINDA – Hampir satu tahun berlalu sejak pembunuhan tragis menimpa Rusel (60), tokoh adat di Muara Kate, Kabupaten Paser. Hingga kini, misteri pelaku penyerangan yang menewaskan Rusel masih belum terungkap.
Rusel meninggal dunia akibat luka bacokan dari orang tak dikenal saat dini hari. Saat itu, ia bersama empat warga lainnya tengah berjaga di pos untuk menghalau aktivitas truk tambang batu bara yang dinilai merugikan masyarakat.
Namun hingga saat ini, belum ada petunjuk yang mengarah pada pelaku maupun ciri-cirinya. Situasi di Muara Kate pun kian mencekam seiring meningkatnya aktivitas pertambangan yang dianggap semakin mengabaikan kepentingan warga.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebenarnya telah menunjukkan komitmen untuk menangani persoalan di Muara Kate.
“Beberapa waktu lalu saya lihat ada niatan baik dari Gubernur, dengan mengumpulkan beberapa entitas kerukunan dan organisasi masyarakat. Itu bentuk konkret sebenarnya,” ujar Salehuddin, Kamis (26/6/2025).
Ia juga menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan terbuka agar masyarakat bisa memahami perkembangan kasus secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi baru.
“Karena kasus ini, mohon maaf, soal piring nasi. Jadi memang agak ribet,” ujarnya, mengisyaratkan adanya kepentingan ekonomi yang menyulitkan penyelesaian kasus.
Meski demikian, Salehuddin optimistis bahwa akan ada jalan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik kasus Rusel. Ia berharap, perlahan namun pasti, semua akan menjadi terang bagi publik. (ADV/DPRDKALTIM)





