Sinergi Bersama Kesultanan Kutai, Kilang Pertamina Jalin Komunikasi Berkelanjutan —

BALIKPAPAN — Menanggapi perhatian serta berbagai aspirasi publik terkait kehadiran Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin dalam acara peresmian infrastruktur rnergi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026) lalu, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan menegaskan perusahaan menaruh penghormatan yang tinggi terhadap peran Yang Mulia Ayahanda Sultan sebagai tokoh adat dan pemangku budaya di Kalimantan Timur.

VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan sebagai tuan rumah kegiatan, PT KPB telah membangun komunikasi intens dengan kerabat kesultanan.

“Dapat kami sampaikan bahwa komunikasi tersebut terus terjaga mulai dari saat kunjungan langsung ke kedaton kesultanan untuk menyampaikan informasi acara, lalu proses kedatangan, selama rangkaian acara berlangsung, hingga kepulangan ayahanda Sultan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut Asep menjelaskan terkait dinamika teknis yang terjadi di lapangan dan menimbulkan ketidaknyamanan, PT KPB menegaskan hal tersebut merupakan bentuk keterbatasan kewenangan dan tidak sempurnanya dalam pelaksanaan kegiatan dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengurangi rasa hormat kepada Yang Mulia Ayahanda Sultan maupun marwah Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Sebagai bentuk itikad baik, PT KPB telah menyampaikan permohonan silaturahmi secara resmi, Selasa (13/1/2026) untuk menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf secara langsung. Selanjutnya, pada Rabu (14/1/2026), PT KPB telah melakukan kunjungan kepada pihak kerabat kesultanan dengan sepengetahuan Yang Mulia Ayahanda Sultan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati rencana agenda pertemuan dengan Yang Mulia Ayahanda Sultan yang direncanakan, Rabu (21/1/2026) mendatang atau menyesuaikan dengan kesediaan waktu Ayahanda Sultan.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran beliau, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

“Ke depan, PT KPB berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi berharga agar semakin peka terhadap aspek adat, adab, dan nilai budaya lokal, serta terus membangun sinergi yang harmonis melalui filosofi betulungan (gotong royong) demi kesejahteraan masyarakat luas,” sebut Asep.

Pewarta: Aprianto
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI