SAMARINDA – Langkah baru dunia pendidikan di Kaltim datang dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Samarinda. Sekolah yang dikenal dengan sebutan SMAGA itu resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) sekaligus Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026 tertanggal 12 Maret 2026.
Penetapan tersebut menempatkan SMAGA Samarinda dalam daftar 140 SMA negeri di Indonesia yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan nasional untuk pengembangan pembelajaran abad ke-21. Di Kaltim sendiri, hanya dua sekolah yang memperoleh mandat tersebut yakni SMAN 3 Samarinda dan SMAN 1 Balikpapan.
Kepala sekolah SMA N 3 Samarinda, Supartinah, menyebut capaian itu sebagai kabar yang memiliki makna khusus bukan hanya bagi sekolah, tetapi bagi dunia pendidikan di Kota Tepian.
“Ini menjadi semacam hadiah menjelang Lebaran bagi sekolah kami, dan mudah-mudahan juga membawa kebanggaan bagi masyarakat Samarinda,” ujarnya saat ditemui, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya status baru itu mempertegas identitas SMAN 3 Samarinda yang selama ini dikenal sebagai sekolah dengan tradisi prestasi kuat. Namun orientasi sekolah ke depan tidak berhenti pada capaian akademik semata.
Lebih lanjut, sekolah diarahkan untuk membentuk lulusan dengan karakter, kemampuan adaptif, serta keberanian berinovasi dalam menghadapi perubahan.
Sementara itu, Penanggung Jawab Sekolah Model SMAGA Samarinda, Fathur Rachim, mengatakan penetapan tersebut akan diikuti tahapan pengembangan yang terstruktur.
Ada empat fase yang akan dilalui, mulai dari Pra Berkembang, Berkembang, Maju, hingga Unggul.
Menurut Fathur, dua tahun ke depan menjadi periode penting untuk menguji seberapa jauh sekolah mampu menjawab mandat nasional itu.
“Target kami bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjadikan SMAN 3 Samarinda sebagai salah satu rujukan pendidikan terbaik dalam implementasi PM dan KKA,” katanya.
Ia menjelaskan konsep koding dan kecerdasan artifisial nantinya tidak diperlakukan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran lintas bidang.
Sekolah model akan berfungsi sebagai ruang uji praktik pembelajaran baru semacam laboratorium inovasi pendidikan.
Program itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan nyata, membangun logika berpikir sistematis, serta mengenalkan penggunaan teknologi dan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab.
Selain itu, pendekatan tersebut ditujukan untuk menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi perubahan global.
Dengan status baru tersebut, SMAN 3 Samarinda sekaligus menjadi titik rujukan praktik baik transformasi pendidikan digital bagi sekolah lain di Kaltim.
Fathur menambahkan peta jalan menuju sekolah model sebenarnya telah mulai disusun sejak pertengahan tahun lalu.
“Persiapan internal sudah kami mulai sejak Juli 2025, jadi sekarang tinggal memperkuat implementasinya,” ujarnya.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





