BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menyoroti komitmen perusahaan dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kabupaten Berau.
Ia menegaskan program CSR tidak boleh sekadar menjadi formalitas perusahaan, melainkan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan daerah tempat mereka beroperasi.
Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara serius, terencana, dan tepat sasaran agar dampaknya dapat dirasakan secara langsung masyarakat.
Sri menekankan aspek efektivitas dan efisiensi penyaluran dana CSR perlu menjadi perhatian utama. Mulai dari penentuan target penerima manfaat, pola penyaluran program, hingga besaran dana yang dialokasikan harus dipastikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Efektivitas dan efisiensi penyaluran CSR harus diperhatikan asas manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan program CSR seharusnya lebih diarahkan pada kegiatan yang berorientasi pada kepentingan umum. Misalnya pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, seperti perbaikan jalan lingkungan, fasilitas air bersih, hingga sarana umum lainnya.
Selain itu, CSR dapat diwujudkan melalui bantuan sosial yang bersifat mendesak dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Di sisi lain, Sri menilai perusahaan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pengembangan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Program CSR, menurutnya dapat diarahkan untuk membantu peningkatan keterampilan masyarakat melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Ia mencontohkan perusahaan dapat berperan aktif dalam memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat lokal, termasuk melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan, tetapi memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang pekerjaan lainnya.
“Perusahaan harus punya komitmen meningkatkan SDM lokal, tidak hanya agar mereka bisa masuk dunia kerja, tapi juga mengembangkan keahlian lain yang bermanfaat,” jelasnya.
Sri meyakini optimalisasi program CSR yang berfokus pada pengembangan SDM dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Berau. Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk terus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya dalam menciptakan peluang usaha baru.
Menurutnya perubahan pola pikir masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan.
“Mindset (pola pikir) masyarakat harus diubah. Jangan hanya terpaku ingin bekerja di perusahaan, tapi juga mampu melihat peluang lain untuk menciptakan mata pencaharian,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





