PASER – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, pastikan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Paser berjalan dengan lancar. Tidak hanya di sekolah negeri, daya tampung bangku di sekolah swasta cukup baik.
Kendati demikian, tetap ada beberapa kendala yang muncul di lapangan, terutama terkait daya tampung di wilayah tertentu, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Batu Sopang.
Kepala Disdikbud Paser, Muhammad Yunus Syam, menjelaskan permasalahan yang dihadapi di Kecamatan Batu Sopang disebabkan tingginya arus perpindahan penduduk ke wilayah yang tidak diikuti jumlah sekolah yang tersedia.
“Kuota penerimaan siswa baru dibandingkan dengan jumlah siswa baru dari keluarga pindahan hanya mencapai lima persen. Sementara kebutuhan Rombel di sana (Batu Sopang) lebih dari itu,” kata Yunus saat diwawancarai, Rabu (16/7/2025).
Tingginya jumlah siswa baru dari keluarga pindahan yang mendaftar di sekolah Batu Sopang sempat menjadi kekhawatiran tersendiri, karena ditakutkan ada siswa yang tidak tertampung.
Namun, Pemerintah Kabupaten Paser telah menyampaikan permohonan penambahan kuota ke Kementerian Pendidikan dan permintaan tersebut telah disetujui.
“Alhamdulillah Kementerian telah menyetujui penambahan kuota itu. Jadi, Insya Allah tidak ada siswa yang tidak tertampung,” ucapnya.
Perpindahan penduduk yang tidak dibarengi dengan pengurusan administrasi kependudukan, turut menjadi persoalan tersendiri yang harus dihadapi orang tua siswa.
Sebab, Kartu Keluarga (KK) beralamat Paser menjadi salah satu syarat untuk dapat masuk sekolah, khususnya untuk jalur zonasi atau domisili. Sehingga tanpa KK tersebut, para siswa tidak terdata oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“KK yang belum diubah ke Kabupaten Paser menjadi kendala bagi anak karyawan yang baru bekerja di sana. Perpindahan mereka tidak terdata oleh Disdukcapil Paser,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





