SAMARINDA – Suasana dialog di Temindung Creative Hub berubah menjadi ruang perenungan ketika Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, berbicara lantang soal kualitas informasi dan tantangan komunikasi di era digital.
Di hadapan jurnalis, akademisi, dan mahasiswa, ia menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga keseimbangan antara pengawasan dan penyampaian fakta.
Seno Aji menyampaikan dirinya memandang media bukan hanya sebagai penyambung lidah pemerintah, tetapi mitra yang berhak melakukan kontrol sosial.
“Media boleh mengkritik kami. Tidak ada masalah. Kritik itu penting untuk memastikan kami tetap berada di track yang benar,” ucapnya.
Namun, ia menyoroti kritik kini kerap bercampur dengan informasi tidak bertanggung jawab, terutama di media sosial.
Menurutnya pemerintahan yang baru berjalan sembilan bulan membawa banyak program baru, termasuk Gratispol dan Jospol yang masih dalam tahap penataan dan penyesuaian regulasi. Hal tersebut sering menimbulkan dinamika persepsi di masyarakat.
“Kami bekerja memastikan semua program sesuai payung hukum. Tapi di luar sana, sering muncul tafsiran yang macam-macam,” ujar Seno.
Ia mencontohkan bagaimana rumor-rumor pribadi yang menurutnya sama sekali tidak berdasar, beredar hanya demi meraih perhatian publik.
“Ada yang bilang saya punya macam-macam. Wanita simpananlah, apalah. Tidak jelas sumbernya. Yang dicari hanya like dan komentar,” katanya.
Seno menilai fenomena tersebut sebagai tanda ruang digital semakin dipenuhi konten sensasional, bukan kebenaran. Karena itu, ia menegaskan pentingnya profesionalisme media arus utama.
“Kalau ada informasi yang belum jelas, ya ditanyakan. Kalau data kurang, dikonfirmasi. Itu tugas jurnalis,” tegasnya.
Ia mengatakan pejabat publik tetap manusia yang memiliki batas dan perasaan. Kritik membangun, katanya, adalah bahan koreksi. Namun fitnah hanya merusak ekosistem informasi yang sehat.
“Kami tidak anti kritik. Yang kami tolak adalah fitnah. Kami ingin berjalan bersama media, sama-sama menjaga ruang publik agar tetap bersih dari informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Seno mengakhiri pernyataannya dengan ajakan agar seluruh pemangku kepentingan tetap fokus pada tujuan yang sama yakni membangun Kaltim dengan semangat yang jernih dan komunikasi yang sehat.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo





