SAMARINDA – Gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah terkait kenaikan harga Pertamax akhirnya menjalar ke Kota Tepian. Ratusan mahasiswa turun ke jalan dan menggelar aksi protes di kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepat di turunan Jembatan Mahakam, Kamis (18/6/2026) sore. Massa aksi sempat berencana menutup akses Jembatan Mahakam sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah, namun langkah tersebut dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga ketat di lokasi. Meski demikian, para demonstran memilih untuk tetap bertahan dan menyampaikan aspirasinya hingga malam hari di bawah pengawalan aparat.
Salah satu peserta aksi, Ihsan, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut membawa lima tuntutan utama yang dinilai mewakili keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan politik nasional saat ini. Kelima tuntutan tersebut meliputi desakan untuk mengevaluasi dan menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih, penolakan terhadap represi aparat dan militerisme di ruang sipil, serta kritik terhadap postur APBD dan APBN yang dinilai terlalu gemuk di tengah penderitaan rakyat. Selain itu, mahasiswa juga menuntut penurunan harga BBM dan bahan pokok yang kian membebani masyarakat, serta mendesak agar pembahasan hak angket segera dibawa ke rapat paripurna tanpa penundaan lebih lanjut. (MK)
Pembaca Setia Radar Media!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm19jun2026/mobile/
Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.





