PASER – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, berkomitmen akan mendukung peningkatan kesejahteraan guru-guru di sekolah swasta yang ada di Bumi Daya Taka.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mengalokasikan anggaran demi kesejahteraan para guru sekolah swasta, sepanjang ketersediaan anggaran daerah masih mencukupi dan tidak ada regulasi yang melarang.
“Selama regulasi masih memperbolehkan dan anggaran daerah mencukupi, Insya Allah akan kita perjuangkan,” katanya, Rabu (29/10/2025).
Sebagai bentuk tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) yang digelar DPRD Kabupaten Paser, Selasa (28/10/2025). Dalam waktu dekat, Disdikbud Paser akan menginisiasi untuk melakukan pertemuan lanjutan dengan guru-guru sekolah swasta untuk membahas lebih detail terkait permasalahan yang dihadapi.
Menurut Yunus, terdapat dua opsi yang dapat dilakukan untuk menyejahterakan para guru sekolah swasta, di antaranya dengan menaikkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) atau dengan pemberian insentif melalui bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Tapi solusi ini perlu kita bicarakan, karena ini berkaitan dengan kemampuan fiskal kita sehingga perlu diperhitungkan,” ujarnya.
Terkait dengan usulan dana BOSDA agar tidak dimasukkan pada pagu anggaran perubahan melainkan murni, dipastikan Yunus akan mulai diberlakukan pada anggaran tahun 2026 mendatang.
“Kita akan coba nanti di 2026, BOSDA kita masukkan di anggaran murni. Jadi sekolah-sekolah swasta nanti tidak mengalami kesulitan lagi membayar guru-guru mereka,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





