Tingkatkan Literasi dan Prestasi, DPRD Berau Minta Perpustakaan Sekolah Jadi Penggerak Literasi Siswa

BERAU – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau dinilai tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar mengajar di dalam ruang kelas.

Perpustakaan sekolah justru dipandang memiliki peran strategis sebagai motor penggerak lahirnya generasi pelajar yang lebih berprestasi dan memiliki wawasan luas.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menilai penguatan budaya membaca di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah, tenaga pendidik, maupun pengelola sekolah.

Menurutnya keberadaan perpustakaan yang dikelola secara inovatif mampu menjadi ruang belajar alternatif bagi siswa untuk memperluas wawasan di luar materi pelajaran yang diajarkan di kelas.

“Perpustakaan yang dikelola dengan baik bisa menjadi sarana efektif bagi siswa untuk memperluas pengetahuan. Tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami dan mengolah informasi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Elita menegaskan perpustakaan sekolah tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku semata. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi pusat aktivitas literasi yang hidup dan mampu menumbuhkan minat baca sejak dini di kalangan pelajar.

Ia menilai peningkatan budaya literasi perlu didukung dengan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan fasilitas yang memadai, koleksi buku yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, hingga program-program pembelajaran yang mampu membuat kegiatan membaca menjadi lebih menarik.

“Kalau perpustakaan hanya berisi buku tanpa ada pengelolaan yang baik, tentu minat siswa untuk datang dan membaca juga rendah. Karena itu perlu inovasi agar perpustakaan menjadi ruang yang nyaman dan menyenangkan,” jelasnya.

Menurut Elita, penguatan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti program membaca bersama, diskusi buku, lomba literasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses bahan bacaan.

Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi para siswa. Hal tersebut dinilai penting untuk mendorong keterlibatan siswa secara lebih luas dalam proses pembelajaran.

Lebih jauh, ia menekankan budaya literasi yang kuat akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah. Tidak hanya dalam hal prestasi akademik, tetapi dalam kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif.

Melalui penguatan budaya membaca di lingkungan sekolah, DPRD Berau berharap generasi muda di Bumi Batiwakkal mampu berkembang menjadi pribadi yang adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Literasi adalah kunci. Kalau minat baca sudah tumbuh, maka kemampuan berpikir dan kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat,” jelasnya. (adv)

Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI