Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Dana Parpol Ditambah

PASER – Penambahan dana bantuan untuk Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Paser diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Paser.

Wakil Ketua DPRD Paser, Zulkifli Kaharuddin, mengatakan penambahan bantuan dana Parpol diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih di daerah.

“Dana bantuan Parpol tadinya masing-masing Parpol satu suara itu mendapatkan Rp5.000, Insya Allah akan mendapatkan tambahan Rp10 ribu jadi Rp15 ribu per suara,” kata Zulkifli Kaharuddin, Jumat (20/6/20265).

Melalui tambahan anggaran ini akan membantu Parpol lebih gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat agar mereka lebih memahami proses demokrasi. Kenaikan bantuan dana Parpol yang cukup besar ini diharapkan dapat mendongkrak angka partisipasi pemilih di Kabupaten Paser.

“Karena ya memang peruntukannya sebagian besar untuk pendidikan politik. Sehingga masyarakat bisa melek politik dan juga paham bagaimana politik itu sebenarnya,” tambahnya.

Sementara, Ketua Fraksi PKB DPRD Paser, Zulfikar Yusliskatin, menekankan pendidikan politik harus menjadi prioritas Parpol. Menurutnya, sebagai pilar demokrasi, Parpol membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.

“Sejak tahun lalu, kami sudah mengajukan penambahan bantuan keuangan Parpol. Saat ini infonya masih diangka Rp5.000 per suara, tapi kami berharap tahun ini bisa direalisasikan menjadi Rp15 ribu,” ujar Zulfikar.

Selain itu, dirinya menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam pendidikan politik, terutama untuk menarik minat generasi muda karena jumlahnya mendominasi jumlah pemilih saat ini.

“Data kependudukan menunjukkan pemilih di Paser didominasi Gen Z dan Milenial. Untuk itu Parpol harus merubah stigma mengenai politik tidak menarik bagi anak muda,” ujarnya.

Zulfikar menegaskan pendidikan politik tidak boleh sekadar formalitas, tetapi harus menyentuh substansi agar pemilih muda semakin terlibat aktif dalam proses demokrasi.

“Lembaga ini kurang diminati oleh anak-anak muda, sehingga Parpol harus merubah pola terkait bagaimana proses pendidikan politik di tengah-tengah masyarakat atau anak-anak muda hari ini,” terangnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI