BALIKPAPAN – Tokoh pers Kalimantan Timur (Kaltim), Rizal Effendi, menyoroti dana APBN sekira Rp147 triliun yang sudah dikucurkan untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai 2022. Namun anggaran se-besar itu, perusahaan pers di Kaltim disebut tidak kecipratan.
“Saya mau juga menyoroti IKN itu. Mumpung ada Otorita hadir. Pembangunan IKN ini sudah menghabiskan APBN kalau tidak salah hampir 147 triliun. Tapi pers di daerah sendiri enggak kecipratan,” ucap mantan Wali Kota Balikpapan dua periode.
Menurut Rizal dengan anggaran sebesar itu, lalu posisi Otorita IKN sebagai pengendali penuh IKN sehausnya dapat memberi porsi alokasi anggaran untuk media di Kaltim. Ia berpandangan kontraktor-kontraktor di IKN dapat memberi kontribusi untuk dunia media massa di Kaltim.
“Berilah kontribusi ke pers daerah ini. Masak media daerah gak kebagian. Undanglah medianya, wartawannya, supaya pers daerah bisa dapat. Kontrak halaman kah misalnya,” terang Rizal.
Lanjut Rizal mengatakan malang betul media massa di daerah penyangga apabila tidak kebagian dengan anggaran sebesar itu pada IKN. Diharapkan ke depan ada peluang untuk media massa di daerah.
Sekadar diketahui, sesi diskusi pertama rangkaian kegiatan pengukuhan pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan berlangsung santai namun menarik. Terutama begitu hubungan pemerintah dengan media massa coba dikulik. Periode 2025-2029 ada 28 media anggota SPS Kaltim dari tiga jenis platform yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota se-Kaltim.
Rizal yang sudah makan banyak asam garam di dunia pers dan media diberi waktu untuk urun rembuk pandangan oleh moderator diskusi, Abdurahman Amin, sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim.
Terkait hal itu, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, memberi tanggapan diplomatis. Menurutnya pimpinan Otorita sudah sangat dikenal dengan insan pers.
“Pak Basuki, beliau ini sosok yang open teknokrat, birokrat yang sudah lama di pemerintahan dan sangat dekat dengan teman-teman jurnalis. Tapi kami berproses kami tentu akan improve, memberikan yang terbaik. Nah jangan menunggu bola ya teman-teman media mari datang ke saya mari kita diskusi. Datang ke IKN kita open saja nanti pas kalau jadwalnya Pak kepala ada. Ini kami terbuka nah kemudian usulan dari teman-teman seperti apa, kita rembukkan, kita bicarakan bersama,” tegasnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





