SAMARINDA — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) mulai memanaskan tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2026 dengan membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030.
Pembentukan TPP diputuskan dalam rapat jajaran pimpinan KONI Kaltim yang digelar di Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Selasa (31/3/2026).
Langkah itu menjadi bagian awal dari rangkaian persiapan pemilihan ketua baru setelah Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras memastikan tidak kembali maju pada periode berikutnya.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengatakan pembentukan TPP merupakan tahapan penting untuk memastikan proses penjaringan calon berjalan sesuai mekanisme organisasi menjelang Musorprov yang direncanakan berlangsung pada akhir April 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas dukungan terhadap pelaksanaan agenda organisasi, khususnya setelah Surat Keputusan (SK) hibah ditandatangani.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov, dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur serta OPD teknis, termasuk Plt Kadispora Kaltim, karena SK hibah sudah ditandatangani. Selanjutnya Dispora bersama KONI akan melaksanakan tahapan berikutnya,” ujar Rusdi.
Meski jadwal Musorprov telah disepakati digelar pada akhir April, tanggal pelaksanaan masih menunggu kepastian kesediaan Gubernur Kaltim untuk membuka kegiatan tersebut.
“Kami belum menentukan tanggal pasti karena ingin menyesuaikan dengan jadwal Pak Gubernur,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, KONI Kaltim juga menetapkan susunan panitia pelaksana. Syaparuddin ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC), sementara Husinsyah dipercaya sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Adapun TPP dipimpin Ego Arifin sebagai ketua dengan Ashari sebagai sekretaris, serta diperkuat tujuh perwakilan pemerintah provinsi sehingga total berjumlah sembilan orang.
“TPP bertugas membuka pendaftaran, menerima berkas, serta menyeleksi persyaratan calon ketua sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Rusdi.
Seiring terbentuknya TPP, dinamika bursa calon Ketua KONI Kaltim mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah tokoh politik, pengusaha, hingga penggiat olahraga mulai disebut sebagai kandidat potensial.
Salah satu figur yang telah menyatakan kesiapan maju adalah Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. Ia mengaku mendapat dorongan dari sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor).
“Pada prinsipnya ini atas saran dan masukan teman-teman Cabor. Kalau memang didukung, Insya Allah saya siap,” ujar Alwi.
Ia menyebut telah mengantongi dukungan awal dari sekitar 10 hingga 15 pengurus provinsi cabang olahraga dan akan maju resmi apabila dukungan meningkat hingga 20–25 Cabor.
Nama lain yang mencuat yakni pengusaha Samarinda, Anderiy Syachrum. Dukungan terhadap sosok yang juga General Manager Borneo FC Samarinda itu diklaim telah datang dari sejumlah daerah.
Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menyebut delapan kabupaten/kota telah menyatakan dukungan kepada Anderiy untuk maju dalam kontestasi.
“Kami bersama delapan kabupaten/kota sudah menyatakan dukungan untuk H. Anderiy Syachrum maju sebagai Ketua KONI Kaltim,” katanya.
Anderiy dikenal aktif dalam pembinaan olahraga. Selain di sepak bola, ia baru terpilih sebagai Ketua Hapkido Indonesia (HI) Kaltim serta disebut berperan dalam berkembangnya olahraga padel di daerah.
Selain itu, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, turut masuk dalam bursa kandidat. Meski belum memastikan pencalonan, ia menegaskan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan kinerja.
“Kalau memang saya dicalonkan, saya harus legowo. Tapi masyarakat yang menilai kualitas dan kinerja calon,” ujarnya.
Ia menekankan jabatan Ketua KONI membutuhkan komitmen nyata untuk memajukan olahraga prestasi di Kaltim.
“Jangan hanya mau dibilang Ketua KONI, tapi kinerjanya nol,” tegasnya.
Sementara itu, politisi senior Sapto Setyo Pramono sempat disebut masuk bursa. Namun Ketua Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim tersebut membantah kabar pencalonannya.
“Tidak benar saya akan maju. Meskipun dari segi persyaratan saya sangat cukup,” katanya.
Figur lain yang disebut sebagai calon kuat adalah Rusman Ya’qub. Ia menawarkan gagasan transformasi pembinaan olahraga melalui integrasi sport science secara masif.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode lama. Dengan sport science, pembinaan atlet akan lebih terukur dan modern. Ini kunci agar kita bisa bersaing di level internasional,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kesiapan maju, Rusman menyatakan terbuka terhadap peluang tersebut.
“Insya Allah saya siap saja. Target tiga besar PON harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Kaltim,” jelasnya.
Dengan tahapan resmi Musorprov yang segera dibuka oleh TPP, dinamika kandidat saat ini masih berada pada fase komunikasi awal antar pemilik suara. Arah persaingan diperkirakan akan semakin jelas setelah jadwal Musorprov ditetapkan secara resmi oleh KONI Kaltim.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo





