TPT 9,51 Persen Untuk Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Tertinggi di Kaltim

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 5,20 persen. Angka itu naik tipis 0,02 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

TPT merupakan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja. Dengan persentase tersebut, sekitar lima hingga enam orang dari setiap 100 angkatan kerja di Kalimantan Timur masih menganggur.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Kaltim pada November 2025 mencapai 2.079.441 orang, meningkat 2.028 orang dibanding Agustus 2025. Dari jumlah itu, sebanyak 1.971.374 orang telah bekerja, sementara 108.067 orang masih menganggur.

Penduduk usia kerja menunjukkan tren peningkatan. Pada November 2025 jumlahnya mencapai 3.146.621 orang atau naik 26.509 orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Meski angkatan kerja bertambah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru turun 0,50 persen poin menjadi 66,08 persen. Artinya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi sedikit berkurang.

BPS mencatat disparitas pengangguran berdasarkan jenis kelamin. TPT perempuan mencapai 7,30 persen, lebih tinggi dibanding laki-laki yang sebesar 4,05 persen. Bahkan pengangguran perempuan meningkat 2,17 persen poin dibanding Agustus 2025, sementara laki-laki justru turun 1,16 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi dengan TPT 9,51 persen. Sebaliknya pengangguran terendah terdapat pada kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 2,32 persen.

Struktur lapangan pekerjaan di Kaltim masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 18,38 persen atau sekitar 362.368 pekerja.

Tiga sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar yakni perdagangan (18,38 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,45 persen), serta penyediaan akomodasi dan makan minum (10,20 persen).

Sebaliknya sektor real estat menjadi lapangan usaha dengan kontribusi paling kecil, hanya 0,62 persen atau sekitar 12.299 pekerja.

Sebanyak 1.142.203 orang atau 57,94 persen tenaga kerja bekerja di sektor formal, naik 1,16 persen poin dibanding Agustus 2025. Sementara pekerja informal tercatat 42,06 persen.

Dari sisi jam kerja, mayoritas pekerja merupakan pekerja penuh waktu dengan porsi 79,85 persen. Adapun tingkat setengah pengangguran tercatat 4,33 persen dan pekerja paruh waktu 15,82 persen, keduanya mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Komposisi tenaga kerja didominasi lulusan pendidikan menengah sebesar 45,76 persen dengan rincian SMA 30,57 persen dan SMK 15,20 persen. Sementara lulusan universitas mencapai 15,65 persen.

Secara umum, data BPS menunjukkan pasar kerja Kalimantan Timur masih tumbuh meski menghadapi tantangan berupa kenaikan pengangguran, terutama pada kelompok perempuan dan lulusan kejuruan.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI