Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda secara resmi mengukuhkan Tim Reaksi Cepat (TRC) berbasis Katana (Kelurahan Tangguh Bencana), Kamis (13/11), pukul 10.00 WITA di Samarinda. Pengukuhan tersebut merupakan langkah implementasi dari aksi perubahan yang diberi nama Respon Cepat Bencana (Rebana), bertujuan memperkuat penanggulangan bencana langsung di tingkat akar rumput.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, menjelaskan pembentukan tim akan menjadi perpanjangan tangan BPBD di wilayah kelurahan.
“Hari ini kita melakukan pengukuhan tim TRC pada kelurahan tangguh bencana di Kota Samarinda,” ujar Edi Susanto.
“Dari 22 Katana yang sudah dibentuk, kami membentuk TRC di 8 Katana sebagai percontohan awal untuk wilayah lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Edi Susanto menegaskan pembentukan TRC Katana tersebut akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
“Untuk jangka menengah dan jangka panjangnya, semua (22) akan dibentuk TRC Katana,” tambahnya.
Katana merupakan satuan relawan binaan dan inisiasi dari BPBD Kota Samarinda. Tujuan utama pembentukan TRC Katana yakni agar relawan mampu melakukan penanganan dan penanggulangan bencana di wilayah masing-masing, khususnya di kelurahan, sebelum datangnya bantuan yang lebih besar.
“Jadi sebelum datangnya bantuan yang lebih besar, mereka dapat memberikan pertolongan ataupun penyelamatan bagi warga korban terdampak bencana,” jelas Edi.
Selain kesiapan tenaga relawan, Edi Susanto memastikan tim akan didukung penuh dengan berbagai kebutuhan penanggulangan bencana, meliput peralatan penanganan bencana, bahan-bahan untuk pendirian dapur umum, bantuan logistik bagi warga terdampak, seperti paket sembako, paket warga, dan paket yang didistribusikan langsung ke rumah masing-masing.
Pengukuhan TRC berbasis Katana itu diharapkan mampu memangkas waktu respon terhadap bencana, sehingga dampak meminimalisir kerugian dan korban secara signifikan di Kota Samarinda.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





