Triwulan I 2026, Ekonomi Kabupaten Paser Tumbuh 3,65 Persen

PASER – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada kuartal 1 2026 tunjukkan kinerja positif dengan capaian sebesar 3,65 persen secara year on year. Meski lebih rendah apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama pada 2025 yang mencapai 4,77 persen, tetapi capaian itu mencerminkan kinerja positif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai dinamika ekonomi nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, mengatakan kinerja positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada awal 2026 ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi saat momentum hari besar keagamaan nasional, penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, serta peningkatan aktivitas pada sektor pertambangan dan pertanian.

Dampak signifikan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, tercermin dari pertumbuhan pengeluaran lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan yang mencapai 10,51 persen dibandingkan triwulan I 2025.

”Selain itu, konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh signifikan masing-masing 10,19 persen dan 4,90 persen,” jelasnya, Kamis (11/6/2026).

Peningkatan konsumsi pemerintah dipengaruhi oleh penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada aparatur pemerintah yang kemudian mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Dampaknya terlihat pada sektor perdagangan yang tumbuh hingga 15,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional oleh pemerintah daerah, tampaknya mulai memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Di mana, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 22,73 persen.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan banyaknya event yang digelar di Kabupaten Paser sehingga turut meningkatkan aktivitas ekonomi pada sektor akomodasi dan makan minum,” jelasnya.

Peningkatan konsumsi pemerintah, dikarenakan adanya penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) pada momen Hari Raya Idulfitri yang berdampak langsung terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga dan aktivitas sektor perdagangan sehingga tumbuh sebesar 15,21 persen dibandingkan kuartal I tahun lalu.

Sementara itu, lapangan usaha turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Di mana sektor penyediaan akomodasi makan minum mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding triwulan I 2025 yakni tumbuh sebesar 22,73 persen.

“Hal ini sejalan dengan banyaknya event yang digelar di Kabupaten Paser, sehingga dari event tersebut mendorong aktivitas ekonomi di sektor akomodasi dan makan minum,” ujarnya.

Kendati demikian, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi motor utama perekonomian Kabupaten Paser. Berdasarkan laporan triwulan I 2026, sektor ini tumbuh sebesar 55,27 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada pada angka 54 persen. Sejumlah sektor non tambang mencatatkan pertumbuhan positif, seperti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh sebesar 18,41 persen, sedangkan sektor industri pengolahan meningkat sebesar 7,86 persen.

“Meningkatnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian, salah satunya disebabkan meningkatnya produksi batu bara dibandingkan triwulan I tahun 2025. Secara regional, Kabupaten Paser menyumbang sebesar 6,40 persen terhadap perekonomian Kalimantan Timur,” jelasnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI